http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Selama Menjabat, Irna Klaim Mampu Tekan Kemiskinan 1.7 Persen

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Angka kemiskinan di Kabupaten Pandeglang dinilai masih tinggi. Tercatat ada 113.000 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 10.43 persen dari total penduduk Pandeglang yang tergolong miskin. Namun begitu, angka tersebut diklaim mengalami penurunan sebesar 1.7 persen dari tahun 2016 lalu.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyebutkan, meski diakui belum optimal, namun gelontoran bantuan yang dikucurkan pemerintah dianggap sedikit banyak mampu menekan angka kemiskinan. Nilai bantuan dari sejumlah program yang disalurkan tahun ini seperti Dana Desa (DD) senilai Rp 401 miliar, diharapkan dapat semakin menekan angka kemiskinan.

“Kemarin baru turun 1.7 persen jadi 10.46 persen, tapi lumayan lah itu selama kepemimpinan ibu (Irna menyebut dirinya, pen). Kami berharap ditahun depan bisa diangka 8 persen, berarti berkurang lagi 2 persen. Memang tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi kami berharap kasus kemiskinan bisa diselesaikan diakhir masa jabatan kami,” ujar Irna usai Sosialisasi Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) APBD Pandeglang Tahun 2017, di Pendopo Bupati.

Upaya Pemkab dalam merealisasikan hal itu, dengan mengusulkan kuota penerima bantuan. Salah satunya, yakni pengajuan penambahan kuota penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini, Pemkab mengalokasikan bantuan sebesar Rp5 juta per KK, kepada 450 penerima bantuan RTLH. Bahkan Pemkab tengah berupaya menghitung kekuatan fiskal daerah, agar pada tahun depan nilai bantuan bisa ditingkatkan.

“Maka kami saat ini begitu fokus untuk mewujudkan PSN (Proyek Strategis Nasional, pen), karena itu menjadi salah satu penunjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, multi player efectnya kerasa, investasi hidup dan masyarakat akan terlibat,” tuturnya.

Namun begitu, Irna mengungkapkan bahwa usaha pengentasan kemiskinan di Pandeglang tidak akan berjalan lancar, jika tidak dibarengi dengan perubahan pola pikir masyarakat. Irna meminta kepada penerima bantuan, agar menciptakan suatu hal yang produktif, agar tidak terus-terusan mengharapkan bantuan pemerintah.

“Jika tidak dibarengi dengan pola pikir, maka bantuan dari pemerintah akan sia-sia. Mindset itu yang tengah kita dorong di kantong-kantong kemiskinan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Entis Sutisna menyampaikan, salah satu target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 yang memuat Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2018, bahwa prosentase penduduk di bawah garis kemiskinan dari 10.43 persen saat ini, ditargetkan menurun pada kondisi 8.10 persen.

“Salah satu fokus untuk percepatan penanggulangan kemiskinan yakni melalui program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga yang mencakuo pelayanan Bantuan Sosial (Bansos) rehab rumah masyarakat tidak layak huni bagi keluarga miskin,” bebernya.

Adapun tahun ini, kuota penerima bantuan RTLH mencapai 450 Rumah Tangga Miskin (RTM). Sedangkan tahun lalu, hanya 382 penerima. Namun berdasarkan hasil verifikasi Bansos RTLH tahap I yang layak menerima sebanyak 368 RTM.

“Masing-masing KK akan menerima bantuan sebesar Rp5 juta, yang ditransfer langsung ke ATM (Anjungan Tunai Mandiri) penerima tanpa adanya potongan apapun. Sedangkan sisanya, akan direalisasikan pada tahap II di APBD Perubahan tahun 2017,” sebut Entis. (Kr)

 

Editor: Irdan

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,313PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.