http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Pengadaan Buku DAK Rp 6.58 Miliar Batal Lelang, Pemkab Wajib Ganti Rugi

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pengadaan buku umum dan koleksi perpustakaan umum Sekolah Dasar (SD) oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang batal lelang. Pembatalan proyek pengadaan senilai Rp 6.58 miliar itu, lantaran ada dokumen yang perlu dikaji ulang.

Akibatnya, Pemerintah Kabupaten Pandeglang harus mengganti anggaran tersebut, lantaran pengadaan buku itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dalam aturannya, jika pemerintah tidak mampu menyerap anggaran DAK hingga tanggal 31 Agustus, maka Pemda wajib mengganti rugi.

“Pembatalan itu disebabkan adanya catatan dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) agar Rencana Pelaksanaan Pengadaan (RPP) dikaji agar disesuaikan dengan Permendikbud Nomor 9 Tahun 2017 perihal Petunjuk Operasional DAK,” ujar Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pandeglang, Asep Rahmat, Kamis (31/8/3017).

Meski nilai pengadaan ribuan buku itu sebesar Rp6.58 miliar, namun Asep menyebutkan bahwa ganti rugi yang ditanggung oleh Pemkab Pandeglang hanya sekitar Rp 3 miliar.

“Informasi yang harus diganti Rp 3 miliar yang menjadi beban APBD. Mengingat secara keseluruhan, serapan DAK Pandeglang telah memenuhi target,” sambung Asep.

Disebutkannya, saat ini RPP pengganti dari Dindikbud telah masuk kembali. Namun jika melihat batas waktu yang ditentukan, maka proses lelang tidak akan terkejar. ULP akan tetap menayangkan pengadaan itu, sambil berupaya meminta kepada pemerintah pusat agar diberi toleransi.

“Saat ini RPP memang sudah masuk kembali setelah pembatalan, nanti akan kami tayangkan tahun ini. Kami berharap ada toleransi dari pusat,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Fery Hasanudin menjelaskan bahwa ganti rugi itu merupakan konsekuensi yang harus ditanggung. Akan tetapi ia mengaku, angka ganti rugi sebesar Rp 3 miliar dinilai cukup ringan bagi Pemkab. Nantinya kerugian itu akan diakumulasikan dengan rasionalisasi Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 20.8 miliar. Pemkab akan menghitung kembali kekuatan fiskal daerah untuk menanggulangi kerugian tersebut.

“Itu kan konsekuensi DAK yang tidak dilaksanakan, maka tidak akan dikucurkan. Namun itu masih ringan. Nanti kami lihat dana penggantinya akan kami ambil dari mana. Nanti mungkin diakumulasi dengan rasionalisasi DAU sebesar Rp 20.8 miliar,” sebut pria penggemar olahraga tinju itu.

Namun jika pengadaan buku itu dianggap krusial, maka Pemkab akan mendorong supaya proyek itu tetap dilaksanakan menggunakan dana APBD yang ada. Di luar itu, pihaknya juga akan berupaya untuk meminta meminta pertimbangan ke kementerian, agar jadwal penyerapan DAK bisa diperpanjang.

“Kegiatan ini jika tidak terserap maka akan hilang. Namun jika memang itu yang krusial, kami akan mendorong dana APBD ke arah sana,” cetusnya. (IY)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,323PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.