http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Mulai Oktober 2017 Tol Bali Mandara Memberlakukan Transaksi Non Tunai

MENARAnews, Denpasar (Bali) – Program nasional seluruh jalan tol harus dapat melayani transaksi non tunai, namun penetrasi penggunaan tol non tunai di Indonesia baru sekitar 20% sedangkan di Bali transaksi penetrasi non tunai rendah sekitar 13%. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Direktur Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Azka Subhan dalam kegiatan Sosialisasi Transaksi Non Tunai Tol Bali Mandara, di Warung Bendega Renon, Denpasar, Selasa (8/8/2017).

Direktur Utama PT Jasa Marga Bali Tol, Akhmad Tito Karim mengatakan bahwa pada Tahun 2011 diminta solusi mengatasi kemacetan di Bali Selatan diantaranya Kuta, Nusa Dua, dan Sanur namun dengan adanya jalan tol perjalanan sebelumnya menuju Nusa Dua dan Kuta hingga dua jam sekarang menjadi setengah jam.

“Sekarang Pemerintah meminta kita lagi untuk penggunaan uang elektronik untuk mencegah rawan uang palsu. Dalam beberapa tahun terakhir Pemerintah Pusat terus menggalakan pengunaan uang EIektronik (UNIK). Karena dipandang pengunaan uang elektronik lebih efisien, praktis dan dapat mengurangi tindak kriminal pemalsuan uang. Bank Indonesia sendiri secara resmi mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada 14 Agustus 2014. Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bank Indonesia dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah serta Asosiasi Pemerintahan Provinsi SeIuruh Indonesia sebagai komitmen untuk mendukung GNNT.”

Pencanangan dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaku bisnis dan juga Iembaga-Iembaga pemerintah untuk menggunakan sarana pembayaran non tunai daIam melakukan transaksi keuangan, yang tentunya mudah, aman dan eflsien. Sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan BI menyepakati kerjasama untuk meningkatkan elektronifikasi di jaIan toI. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama Nomor: 19/5/NK/GBI/2017 dan 06/PKS/M/2017 tanggal 31 Mei 2017 oIeh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Gubernur BI, Agus Martowardoyo tentang kerjasama dan berkoordinasi daIam peIaksanaan tugas Bank Indonesia dan Kementerian PUPR, dimana saIah satunya terkait penerapan transaksi toI non tunai daIam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Akhmad Tito Karim menyatakan penandatanganan kesepakatan juga menjadi tahapan awaI agenda elektronifikasi jaIan toI di Indonesia yang dimuIai dengan peIaksanaan kampanye eIektronifikasi secara nasionaI menuju penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF) atau pembayaran toI tanpa henti dimana pengguna jaIan toI tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang toI. Transaksi toI non-tunai atau uang elektronik saat ini baru sebesar 23% dari Ialu Iintas harian rata-rata sekitar 4,5 juta kendaraan per hari. Ditargetkan pada Oktober 2017, seIuruh ruas toI menggunakan transaksi non tunai.Jalan Tol Bali Mandara siap menerapkan transaksi non tunai 100% karena sejak beroperasi seluruh gardu tol sudah bisa melayani transaksi non tunai 100%.

Hanya saja suksesnya penerapan transaksi tol non tunai tidak tergantung pada pihaknya saja tetapi juga dibutuhkan peran serta aktif dari masyarakat serta pihak Perbankan sebagai penerbit Uang Elektronik (UNIK). Berharap bank penerbit uang elektronik (UNIK) semakin banyak dan masyarakat penguna UNIK juga semakin banyak sehinga volume transaksi tol non tunai juga akan meningkat, ini adalah salah satu peran serta kita sebagai warga Negara dalam mendukung program pemerintah menuju less cash society.

Perlu diketahui data Bank Indonesia pada 2011, nilai transaksi uang elektronik mencapai lebih dari Rp 981 triliun. Meroket tajam pada 2016 menjadi Rp 7.063 Triliun. Di awal kuartal pertama tahun ini saja sudah mencapai Rp 2.858 Triliun. Untuk itu, Bank Indonesia bersama perbankan sebagai pemain utama dalam penyediaan layanan sistem pembayaran kepada masyarakat perlu memiliki visi yang sama dan komitmen yang kuat untuk mendorong dan terus meningkatkan penggunaan transaksi non tunai oleh masyarakat dalam mewujudkan less cash society.

Sementara itu, berdasarkan data dari Humas PT Jasamarga Bali Tol, saat ini volume Ialin Jalan Tol Bali Mandara sekitar 50.000 kendaraan per hari. Dari jumIah tersebut baru 14% yang transaksinya mengunakan uang elektronik (UNIK). Selain itu juga, dengan adanya uang elektronik (UNIK) juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kelancaran transaksi tol agar dapat mengurai antrean pembayaran tol. Kalau membayar dengan uang tunai butuh waktu sekitar 14 detik setiap transaksi sedangkan jika mengunakan uang elektronik cukup 2 detik saja. Cukup ditempel dan portal tol akan terbuka.

“Saat ini uang elektronik yang dapat digunakan di Jalan Tol Bali Mandara baru E-money, E-toll (Bank Mandiri), Brizzi (BRI), Tap cash (BNI), BPD Bali (BPD Bali) dan Blink (BTN). Sedangkan Untuk Flazz (BCA) dan Mega Cash (Bank Mega) masih dalam proses pemasangan. Uji coba pemberlakuan transaksi non tunai 100% di Jalan Tol Bali Mandara akan di berlakukan secara bertahap mulai September 2017 dan mulai Oktober 2017 diberlakukan untuk seluruh Gerbang Tol Bali Mandara. Menghimbau masyarakat untuk mulai membiasakan diri mengunakan uang elektronik setiap melewati jalan tol, karena mulai 1 Oktober 2017 nanti bayar toI tidak bisa Iagi mengunakan uang tunai, harus mengunakan uang elektronik (UNIK). Kami harap masyarakat siap dengan kebijakan ini. Mari kita bersama-sama menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai,” pungkas Akhmad Tito Karim. (NN)

Editor : N. Arditya

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,313PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.