http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

IPB Beberkan 12 Isu Strategis Dalam Revisi Perda RTRW Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pemerintah Kabupaten Pandeglang kini tengah membahas mengenai perubahan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Pembahasan ini dilakukan karena pada tahun 2015 lalu, diketahui bahwa tata ruang Pandeglang mengalami perubahan sebesar 18.75 persen.

Menurut Peneliti dari Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Institut Pertanian Bogor (IPB), Mujio Sukir mengungkapkan, ada 3 hal yang menyebabkan Perda RTRW Pandeglang harus direvisi. Ketiga nya yakni dinamika pembangunan di Pandeglang yang sangat dinamis selama 5 tahun belakangan, perubahan regulasi dari pusat, provinsi, maupun kabupaten, dan faktor bencana alam.

“Dari ketiga hal itu, maka Pemkab review tata ruang. Tetapi tidak semena-mena semua tata ruang direvisi. Karena sesuai Undang-Undang, harus ada kajian terlebih dahulu. Tahun 2015, ada kajian Peninjauan Kembali (PK) yang menyebutkan kalau perubahan di atas 20 persen, maka harus dicabut. Namun, kalau di bawah, hanya direvisi. Nah kalau di Pandeglang hanya 18.75 persen, sehingga Perda RTRW hanya direvisi,” terangnya dalam diskusi Materi Teknis Revisi RTRW Pandeglang tahun 2011-2033 di Oproom Setda Pandeglang, Rabu (9/8/2017).

Mujio menuturkan, pihaknya telah mengidentifikasi aspek persoalan yang perlu menjadi perhatian, yang telah dirumuskan dalam 12 isu strategis perubahan. Diantaranya, pembangunan Tol Serang-Panimbang, pembangunan Bandara Banten Selatan, reaktivasi rel kereta api, KEK Tanjung Lesung, keberadaan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet), tapal batas wilayah, hingga pemukiman.

“Pengembangan jalan tol, ada 2 exit yang berkembang saat ini, di Bojong dan Panimbang. Dengan itu pasti ada pengembangan, baik pemukiman atau yang lain. Sedangkan di pola yang lama, itu adalah zona pertanian dan perkebunan. Kemudian pengembangan KEK, daerah buffernya juga harus didukung. Maka Pemkab harus menyiapkan kegiatan apa yang mendukungnya,” bebernya.

Menurut Mujio, pengembangan sejumlah kawasan tidak serta merta dilakukan begitu saja, namun perlu dipikirkan daya dukung wilayah seperti perihal tata air dan lingkungan hidup.

“Namun tidak serta merta suatu wilayah direkomendasikan menjadi kawasan pemukiman, tetapi harus dikaji soal daya dukung seperti tata air, bencana, atau lingkungan hidup, cocok tidak wilayah itu sehingga ada sinkronisasi. Yang terjadi lalu seperti kawasan yang sering terdampak banjir, padahal kawasan itu rawan banjir tetapi dibuat untuk pemukiman,” paparnya panjang lebar.

Maka dari itu, IPB akan mendampingi dan menjadi fasilitator untuk mengarahkan kebijakan yang diambil Pemkab agar Tata Ruang yang direncanakan bisa sesuai dengan peruntukan. Mujio melanjutkan, pembahasan revisi RTRW ini dinilai sebagai momentum yang tepat.

“Di sisi lain saat ini Pemprov juga menyusun revisi RTRW, ini juga harus dilihat kawasan strategis yang dikelola Pemprov. Ini momen yang tepat. Dengan begitu, Pemkab tinggal mengakomodir RTRW provinsi yang arahannya hanya untuk pertanian dan pariwisata. Sehingga Pemkab bisa menfokuskan pengembangan untuk 2 kawasan,” tandasnya. (Kr)

 

Editor: Irdan

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,701PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.