http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Ini Cara Tanamkan Nasionalisme Melalui Paskibraka…

MENARAnews, Demak (Jateng) – Setiap upacara memperingati HUT RI, ada satu agenda yang ditunggu dan menarik untuk disaksikan, yakni barisan parade anggota Paskibraka. Para remaja yang terdiri dari berbagai SMU ini merupakan putra-putri berprestasi dan pilihan. Disebut pilihan karena untuk menjadi anggota Paskibraka harus melewati berbagai seleksi dari berbagai tingkatan.

Di era globalisi ini, dimana remaja-remaja semakin dimanjakan oleh segala kemudahan di segala hal, menjadi anggota Paskibraka ternyata masih menjadi keinginan dan pilihan yang dianggap generasi milenial dengan kata ‘keren’.

Seperti juga yang terjadi pada remaja di Kab Demak. Menjadi anggota Paskibraka juga dipandang sebagai suatu prestasi bagi sebagian pelajar SMU dan SMK. Terbukti dari dari puluhan sekolah di Demak, terdapat 300 siswa yang berminat untuk menjadi anggota Paskibra, selanjutnya terseleksi 125 siswa, dan kemudian pada finalnya terpilih 30 remaja yang terdiri dari 20 putra dan 10 putri.

Setiap anggota Paskibraka menjalani masa karantina selama 20 hari, mereka dilarang untuk membawa ponsel, dan tidak dapat bertemu dengan orang tua. Selain untuk menanamkan rasa survive dan mandiri, karantina juga dimaksudkan untuk menanamkan kebangsaan sedini mungkin.

Seperti yang disampaikan Anwar Masdoro, PPTK Kesbangpolinmas yang juga selaku pembina Paskibraka Demak, “Dalam masa karantina para siswa ditanamkan kebanggaan, semangat dan cinta bangsa dan negara.”

Diyakini juga oleh Anwar bahwa siswa yang pernah menjadi anggota Paskibraka memiliki karakter yang kuat daripada siswa lain di usianya.

“Akan ada perubahan terlihat. Dari sebelum mereka masuk karantina hingga setelah masa mereka bertugas sebagai anggota Paskibraka selesai. Perubahan sikap yang lebih baik, ketahanan fisik, mental yang stabil dan yang terpenting menjadi remaja yang cinta tanah air,” ungkap Anwar.

“Di era globalisasi, mereka merasakan merdeka. Namun juga harus memiliki waspada yang tinggi akan segala ancaman dari luar. Terutama masuknya budaya asing yang nyatanya malah lebih dikuasai, dimengerti dan dilakukan generasi sekarang, dibanding dengan budayanya sendiri. Dalam paskibraka kebinekaan dan pemahaman akan budaya sendiri itu sangat ditanamkan,” kata Bangkit Permana Putra, Ketua Purna Paskibra Demak.

Bangkit juga tak menutup fakta bahwa menjadi anggota Paskibraka atau tidak itu juga soal selera dan pilihan. Banyak juga anak-anak muda yang tak tertarik menjadi Paskibraka, karena dianggap kegiatan yang terlalu militeris seperti yang diungkapkan Sarwendah, seorang Siswi SMA favorit di Demak, “Bagi saya ikut Paskibra itu memang prestasi, tapi tak mempresentasikan apa-apa, setidaknya belum. Nanti akan terlihat kalau sudah lulus jadi apa dimasyarakat. Paskibraka sekumpulan anak berprestasi iya, tapi anak berprestasi tak semua tertarik ikut Paskibra. Karena saya tak suka yang berbau militeris. Bagi saya disiplin tidak harus secara militeris. Disiplin dengan diri sendiri memimpin diri sendiri adalah wujud kemerdekaan.”

Paskibraka Demak 2017 telah bertugas dengan baik pada Upacara HUT RI le-72. Bertugas pagi ini dan juga pada penurunan bendera yang baru saja dilaksanakan sore ini, 17 Agustus 2017. (Nsn)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,313PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.