http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Ibu-Ibu PKK Lambar Gunakan Dana Desa “Studi Banding” ke Bali

MENARAnews, Lambar (Lampung) – Pengawasan efektivitas dan efesiensi dana desa (DD) tampaknya harus mendapat perhatian khusus dari pihak berwenang. Sebab, penggunaan uang negara itu disinyalir banyak yang dihambur-hamburkan untuk kegiatan yang kurang bermanfaat.

Di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) ternyata penggunaan anggaran itu juga dialokasikan untuk melancong yang dibungkus dalam kemasan studibanding alias bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas ibu-ibu PKK. Jika pada tahun lalu, para peratinnya jalan-jalan ke Bali, kali ini giliran para istri orang nomor satu di 131 pekon di Lambar juga pelesiran menggunakan DD. Tujuannya pun sama, yakni ke Bali.

Menurut sumber sebanyak 131 istri peratin itu berangkat pada hari Selasa (8/8). Rencananya, para ibu peratin akan singgah di pulau dewata selama tiga hari. “Hanya istri-istri tidak termasuk peratin karena acara PKK,” katanya kemarin.

Dikonfirmasi Sekretartis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon (DPMPP) Lambar, Padang, tidak menampik jika 131 istri-istri peratin itu terbang ke Bali. Namun Padang menyebut hal itu tidak masalah dengan pihaknya. Sebab penggunaan anggaran DD itu sepenuhnya hak peratin.

“Sebatas pengunaan anggarannya sesuai aturan itu tidak masalah. Terlebih dalam rangka peningkatan kapasitas/pelatihan ibu-ibu PKK,” ujar Padang saat ditelepon mengaku tengah dinas luar, Rabu (9/8).

Namun, Padang tampaknya naik pitam saat wartawan menanyakan manfaat yang bakal dipetik dari studibanding itu. Terlebih kondisi geografis Bali dengan Lambar tidak sama dan iklim pun jauh berbeda. Dari budaya cara hidup dan penghasilan masyarakat juga tidak sama. Sebab sebagian besar warga Lambar adalah bertani. “Nah kalau manfaatnya salah kalau nanya ke saya. saya aja gak berangkat,” ujarnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Lambar, Juhairi Iswanto yang disebut-sebut ikut serta dalam rombongan ke Bali hingga kemarin sore belum berhasil dikonfirmasi. Meski dalam keadaan aktif, Juhairi tak kunjung mengangkat ponselnya.

Sementara, Ispektur Inspektorat Lambar Edy Yusuf mengaku tak mengetahui informasu tersebut. “Nah baru tahu saya dari teman-teman wartawan ini,” kata dia di ruang kerjanya kemarin.

Kendati demikian, pihaknya berjanji bakal mempelajari dan melakukan penyelidikan terkait penggunaan anggran tersebut. Termasuk efektivitas penggunaan anggran untuk melancong itu. “Kami akan tetap pelajari,” kata mantan Kadis Sosial ini.

Terlebih, Edy Yusuf nampak kurang sepakat dengan studitur itu. Menurutnya, kegiatan itu kurang bermanfaat terhadap masyarakat Lambar. Sejatinya pemberdayaan dilakukan di Lambar itu sendiri. “Jika dilakukan di Kabupaten Lambar, sewa hotel dan keperluan selama bimtek kembali ke masyarakat Lambar. Terlebih hotel dan rumah makan merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD),” tandasnya. (SL/RZ)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,323PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.