Dispora Pandeglang Sebut Desain Skatepark Memenuhi Aturan

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pandeglang mengaku pembangunan arena skateboarding atau skatepark di Stadion Kuranten telah sesuai spesifikasi dan perencanaan. Pasalnya Dispora telah menggandeng konsultan yang berkompeten.

Kepala Dispora Pandeglang, Muhamad Amri justru mempertanyakan sikap komunitas skateboard dan BMX Pandeglang yang enggan menggunakan fasilitas tersebut. Mengingat pembangunan skatepark itu merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pecinta olahraga ekstrem di Pandeglang.

“Menurut konsultan sudah bagus dan sesuai perencanaan,” klaim Amri saat ditemui di Gedung Setda Pandeglang, Senin (14/8/2017).

Ketika disinggung soal proses pembangunan yang tidak melibatkan komunitas, mantan Kepala Dindikbud itu malah menilai bahwa tidak ada dasar yang mengharuskan Dispora merangkul komunitas dalam membangun skatepark tersebut.

“Desain (skatepark, pen) itu bukan dari komunitas, tetapi dari konsultan. Kalau dari komunitas, dari mana dasarnya. Kok membangun melibatkan mereka (komunitas, pen)?,” tanya dia.

Bahkan, Dispora menolak jika komunitas mengajukan usulan membongkar skatepark untuk mengubah tata letak sejumlah obstacle (rintangan). Karena Amri menjelaskan, bahwa hal itu akan menyalahi aturan.

“Kami konsul dulu dengan konsultan soal wacana diratakan. Tidak bisa serta merta begitu (membongkar, pen). Memang speknya seperti itu tidak bisa diubah. Kalau dibongkar tidak bisa, nanti menyalahi aturan,” katanya.

Hanya saja dirinya menyarankan kepada komunitas untuk mengusulkan perbaikan jika dianggap tidak sesuai spesifikasi, mengingat dalam waktu 90 hari masih dalam tahap pemeliharaan.

“Kalau tidak sesuai dengan spek, akan kami suruh perbaiki ke pemborongnya, mumpung sekarang masih dalam tahap pemeliharaan. Kalau diperbaiki mungkin bisa saja masuk ke pemeliharaan, hanya saja perlu anggaran tambahan untuk pemeliharaan,” tandasnya.

Baca juga: Skateboard Dinilai Tidak Sesuai Standard

Sementara itu, mantan Sekretaris Dispora, Mustandri menerangkan, pembangunan skatepark telah memenuhi syarat. Lantaran dalam tahap pembangunannya, pihak konsultan sudah melakukan study banding ke Bandung.

“Kami waktu itu membuat DED (Detail Engineering Design, pen) itu bukan sembarangan, melainkan dibuat konsultan. Itu sudah memenuhi syarat, kalau umpamanya mau banyak obstacle, luasnya harus lebih besar. Konsultan juga membuat skatepark tidak sembarangan, sudah study banding ke Bandung,” ujarnya menegaskan.

Bahkan dirinya mengaku, skatepark di Pandeglang memiliki kualitas lebih baik dibanding yang ada dibeberapa daerah lain. Soalnya, skatepark yang dibangun dengan anggaran Rp 200 juta itu, memiliki obstacle yang lebih banyak daripada skatepark di Surabaya.

“Justru jika dibandingkan dengan Surabaya, obstaclenya lebih banyak di sini. Obstacle itu sudah lebih bagus dibanding daerah lain. Kalau soal tidak pakai, silakan saja hak mereka. Yang punya skateboard dan BMX kan bukan mereka saja,” ucap Mustandri dengan mimik kesal.

Adapun soal adanya pernyataan komunitas skateboard yang mengaku desain yang diajukan tidak direalisasikan, pria yang kini menjabat sebagai Kabag Humas Setda Pandeglang itu menyangkalnya. Malahan dia menuturkan bahwa tidak ada usulan disain skatepark yang diterima pada tahun lalu.

“Dulu, kami minta sketsa pembuatan skatepark, bukan DED. Saya sudah berapa kali minta, tetapi tidak ada. Tetapi jika speknya salah, itu harus diperbaiki oleh pemborong, maka harus diganti,” tutup Mustandri.

Diberitakan sebelumnya, skatepark di Pandeglang yang selesai dibangun pada bulan Juli kemarin, terancam terbengkalai. Lantaran skatepark pertama di Pandeglang itu memiliki sejumlah obstacle atau rintangan yang justru membahayakan penggunanya, seperti obstacle jenis bengs volcano yang terlalu runcing, quarter yang curam, dan rel rainbow yang tidak terpasang dengan baik.

Hal ini berpotensi melukai hingga menimbulkan korban jiwa. Akibatnya, para komunitas dari Rhino City Skateboarding dan BMX tidak tertarik untuk memanfaatkannya. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...
error: Content is protected !!