http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Dinas Pertanian Kapuas Undang Dua Pakar Pertanian Dari IPB

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Upaya mengatasi hama penyakit pada tanaman padi dan permasalahan pada tanaman padi varietas tipe baru unggulan Kapuas yaitu IPB 1 R Dadahup. Dinas Pertanian Kapuas akan mendatangkan dua orang pakar pertanian dari Institute Pertanian Bogor (IPB) yaitu DR Tonjok dan DR Hazrial.

Dua orang pakar pertanian ini nanti akan hadir pada kegiatan bimbingan tekhnis (Bimtek) tentang pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Bimtek yang akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2017 mendatang tersebut merupakan kerjasama antara Dinas Pertanian Kapuas dan IPB.

Kepala Dinas Pertanian Kapuas, Anjono Bhakti, melalui Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Jarwadi, mengatakan, Bimtek dilaksanakan khususnya untuk kegiatan pengembangan penangkar kerjasama IPB dengan Dinas Pertanian yang dilaksanakan di Desa Terusan Karya, Kecamatan Bataguh seluas 20 hektar.

“Melalui kegiatan ini kami juga mengundang pakar-pakarnya dari Institute Pertanian Bogor untuk bisa sekaligus memberikan materi dalam kegiatan Bimtek itu nanti,” katanya di Kuala Kapuas, Rabu (2/8/2017).

Menurut Jarwadi, DR Tonjok akan menyampaikan materi tentang pengelolaan hama penyakit di Kapuas, dimana sekarang ini sangat mengkhawatirkan adalah penyakit Blas. Penyakit Blas diakibatkan oleh bakteri yang menyebabkan leher pada tanaman padi  mengalami kebusukan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan busuk leher.

“Sehingga ini perlu diantisipasi, makanya kita undang pakarnya langsung dari klinik tanaman IPB yaitu DR Tonjok,” ujarnya. Sedangkan DR Hazrial nantinya akan menyampaikan materi tentang pengenalan padi varietas tipe baru unggulan Kapuas yaitu IPB 1 R Dadahup.

Berdasarkan hasil monitoring dan hasil evaluasi Dinas Pertanian Kapuas dilapangan, ternyata tanaman padi varietas IPB 1 R Dadahup rentan rebah atau roboh apabila diterpa angin kencang. Pasalnya, varietas ini merupakan persilangan padi lokal dengan padi unggul.

“Jadi, gen padi lokalnya masih tinggi sehingga bentuk tanamannya cukup tinggi dan ramping, apabila terkena goncangan air maupun angin yang kuat maka tanaman ini akan rebah,” terang Jarwadi.

Karenanya, untuk mengatasi permasalahan ini Dinas Pertanian akan mendatangkan pakarnya yakni DR Hazirial. “DR Hazarial kita harapkan bisa memberikan materi bagaimana upaya penanganannya, termasuk bagaimana upaya mengatasi bintik hitam yang ada dibulir gabah,” pungkasnya. (irf)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,323PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.