http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Data Penerima Bansos dan Program Kesehatan di Palangka Raya Tidak Valid ?

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Mulai dari data bantuan sosial (Bansos), seperti penerima beras sejahtera (Rastra) maupun dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), ataupun data bantuan dari program kesehatan, seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau bahkan program  kesehatan bersubsidi dari pemerintah daerah seperti halnya Kalteng Sehat maupun Palangka Raya Sehat, selama ini hanya menggunakan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statisitik (BPS).

Namun demikian menurut Wakil Rakyat DPRD Kota Palangka Raya, Subandi menyebutkan, data-data yang dimunculkan oleh BPS selama ini   terkadang memunculkan kecemburuan antara masyarakat satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, masih banyak warga  yang sebenarnya kategori tidak mampu, namun tidak tersentuh program bantuan sosial ataupun program kesehatan. Sementara sebaliknya beberapa warga yang mampu malah mendapatkan.

“Sebaiknya kita menyarankan pemerintah melalui instansi seperti Dinas Sosial atau bahkan pihak BPS dapat saling berkoordinasi, untuk melakukan pendataan ulang warga miskin, karena masih banyak warganya yang miskin dan perlu dibantu. Kami merasa data penerima Bansos ataupun penerima program kesehatan dari pemerintah yang mengacu dari data yang dikeluarkan BPS tidak valid, sehingga kesannya menjadi tidak adil,” ungkap Subandi, Rabu (09/08).

Dikatakannya, Bansos dan program bantuan lainnya adalah program yang bertujuan dalam rangka membantu warga pada kategori yang tidak mampu. Pun begitu tidak semua program tersebut harus didapat oleh setiap warga pada kategori tersebut.

“Misalkan, Rumah Tangga Sasaran (RTS) kategori tidak mampu telah mendapatkan subsidi JKN-KIS, maka warga itu tidak lagi mendapatkan program layanan kesehatan lainnya dari pemerintah seperti  KIP atau Kalteng sehat maupun Palangka Raya sehat. Untuk palangka Raya ini sudah dirasakan telah cukup berjalan dengan baik,” ujar Subandi.

Hanya saja kata dia, yang dipersoalkan selama ini adalah validitas data yang menjadi acuan penerima.

“Kita kerap menerima keluhan akan hal ini, memang mengherankan pada saat kita hearing dengan pihak Dinsos maupun BPS ternyata data yang digunakan adalah data terdahulu atau data tahun-tahun yang terbilang lama. Inilah yang membuat data menjadi tidak valid,” tandas Subandi.

Seharusnya kata dia, dinas terkait sebut saja pihak BPS dua atau maksimal tiga tahun sudah melakukan pendataaan ulang atau pemuktahiran data. Sebab bisa saja warga yang dinilai miskin atau tidak mampu pada tahun-tahun sebelumnya kini stratanya telah meningkat dan bukan lagi masuk pada kategori tidak mampu.

“Kalau menggunakan data lama tentu bisa melenceng, apakah status warganya meningkat atau bisa juga sudah pindah domisili. Nah inilah yang kerap menimbulkan kecemburuan,” timpal Subandi.

Lebih lanjut legislator partai Golkar Kota Palangka Raya ini  menambahkan, pihaknya berharap ini menjadi perhatian dari Pemko Palangka Raya.

“Apalagi pada APBD perubahan tahun ini,  pemko kembali menganggarkan dana untuk subsidi program kesehatan bagi warga tidak mampu, tentu anggaran yang ada harus terserap maksimal. Namun dengan catatan, program yang dijalankan benar-benar menyentuh  warga  yang  semestinya layak menerima,”tukasnya.

Sebut saja untuk data pelaksanaan program Palangka Raya sehat, dimana oleh pemko telah dianggarkan  dari APBD sebesar Rp. 8 miliar. Sementara  yang sudah dipergunakan atau dibayar baru mencapai Rp. 2 miliar atau sekitar 19.860 orang lebih. Sedangkan untuk target secara keseluruhan kepesertaan tersebut adalah sebanyak 40 ribu orang hingga tahun 2018.

“Nah, karena masih tersisa, maka sebaiknya pendataan warga yang berhak menerima program ini harus di data secara valid dan akurat. Kalau pun nantinya terganjal soal anggaran untuk pendataan, maka bisa saja dicomot dari anggaran yang tersedia pada program kesehatan tersebut,” cetusnya.(AF)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,332PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.