http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Berikan Pemahaman Ke Masyarakat, Komsi IX DPR RI dan BPJS Ketenagakerjaan Adakan Sosialisasi

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Memberikan informasi terkait jaminan keselamatan bagi para pekerja, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menggelar sosialisasi bersama Hang Ali Saputra Syah Pahan, SH selaku anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) bersama Masyarakat, Kamis (03/08), di Aula Danang Tingang Palangka Raya. Dalam kegiatan kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Ahmad Edi. K, Anggota DPRD Kateng Komisi B, H. Edi Rosada.

Hang Ali menjelaskan, ada beberapa program BPJS ketenagakerjaan yang dibahas, jaminan Pekerja ‘Bukan Penerima Upah’ (BPU), dimana Program ini diperuntukkan bagi pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri.

“BPU sendiri adalah pemberi kerja atau pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri atau dan pekerja yang tidak termasuk pekerja di luar hubungan kerja, yang menerima upah. Contohnya seperti tukang ojek, supir angkot, pedagang keliling, dan lain-lain,” jelas Hang Ali.

Program lainnya seperti Jaminan kecelakaan Kerja (JKK) dimana JKK merupakan jaminan yang memberikan kompensasi dan rehabilitasi  bagi pekerja yang mengalami kecelakaan dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja maupun sebaliknya, serta penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

Program JKK, lanjutnya lagi, sangat penting diikuti terutama bagi para pekerja yang setiap hari menjalani rutinitasnya. Untuk biaya pengangkutan sendiri maksimum Rp 1 juta untuk angkutan darat/sungai/danau, kemudian Rp1,5 juta untuk angkutan laut, dan Rp 2,5 juta untuk angkutan udara.

“Selain itu biaya pengobatan dan perawatan disesuaikan dengan kebutuhan mediknya dan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB), BPJS Ketenagakerjaan akan membantu 100 persen, dikalikan Pendapatan perbulan selama 6 bulan pertama, kemudian 75 persen dikali upah perbulan selama 6 bulan kedua, dan 50 persen untuk 6 bulan ketiga,”Jelasnya menambahkan.

Santunan kematian dalam JKK sendiri, sambung Hang Ali, yaitu santunan diberikan sebanyak 60 persen dikalikan 80 upah sebulan (paling sedikit sebesar JKM), kemudian untuk berkala dibayarka sekaligus yaitu 24 bulan dikalikan 200 ribu dengan total Rp. 4,8 juta. Lalu yang terakhir adalah biaya pemakaman sebesar Rp 3 juta rupiah.

Program selanjutnya yaitu Jaminan Kematian (JKM) dimana program ini diperuntukkan bagi ahli waris Tenaga Kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, dan JKM diperlukan untuk membantu meringankan beban keluarga dalam bentuk biaya pemakaman dan uang santunan.

“Manfaat JKM ini banyak sekali, seperti memberikan santunan kematian, santunan berkala yang dibayarkan sekaligus, tangguhan biaya pemakaman, dan beasiswa pendidikan 1 anak diberikan kepada peserta JKM yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja dan telah memiliki masa Iuran paling singkat 5 tahun sebesar Rp 12 juta,” katanya.

Untuk program JHT, pembayaran dapat diambil sekaligus apabila peserta telah memasuki masa pensiun, cacat total/tetap,  berhenti bekerja atau meninggal dunia dengan masa tunggu 1 bulan dan dapat pula diberikan sebagian sampai batas tertentu apabila peserta memiliki masa kepesertaan paling singkat 10 tahun.

“ini merupakan program penghimpunan dana, yang ditujukan sebagai simpanan yang dapat dipergunakan oleh peserta terutama bila penghasilan yang peserta JHT terhenti karena berbagai sebab, seperti cacat  total, usia mencapai 56 tahun, meninggal dunia, atau berhenti bekerja,baik itu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Mengundurkan diri, atau meninggalkan Indonesia untuk selamanya,” tutupnya.(arli)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,699PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.