http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Baru Saja, Sekitar 1 Hektar Lahan di Kranggan Palangka Raya Terbakar

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Dengan menggunakan alat seadanya, upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi Selasa (01/08) sekitar pukul 15:49 WIB sore tadi di wilayah Kranggan, Kelurahan Tanjung Pinang, Kota Palangka Raya terus dilakukan.

Menurut informasi yang disampaikan salah seorang warga, Kranggan pak Slamet ketika diwawancarai menaranews.com menyampaikan, api tiba-tiba saja muncul di lahan kosong milik warga.

“Setengah jam tadi mas api sudah kelihatan dan tiba-tiba saja muncul,” ujar Slamet.

Tampak terlihat masyarakat kesulitan memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya. Ditambah lagi dengan kondisi angin cukup kencang di sekitar wilayah yang dipadamkan.

Hanya sekitar lebih kurang 1 jam lebih, api berhasil melahap lebih kurang 1 Ha lahan milik masyarakat.

Namun beberapa waktu kemudian, petugas dari Balakar 654 Kota Palangka Raya melakukan pemadaman api di lahan yang terbakar.

 

Danrem 102/Pjg : Perlu Kesadaran Masyarakat Untuk Tidak Membakar Lahan

Belum diketahui penyebab kebakaran lahan, apakah dilakukan secara disengaja atau tidak. Kendati demikian, sangat diharapkan masyarakat Kalimantan Tengah khususnya Kota Palangka Raya memiliki kesadaran untuk tidak membakar lahannya.

Hal inilah yang disampaikan oleh Danrem 102/Panju Panjung Kolonel Arm. M. Naudi Nurdika selaku Komandan Satgas Karhutla Provinsi Kalteng ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, berdasarkan titik hospot di Kalteng masih sedikit bila dibandingakan dengan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang sudah mencapai ratusan titik hot spot.

“Untuk di Kalteng sendiri paling banyak hanya lima titik hot spot. Hari ni ada 3 titik yang terpantau, senin kemarin nihil, dan minggu kemarin ada lima titik yang terpantau,” jelas Naudi Nurdika.

Dirinya sering menyampaikan, baik dalam forum rapat atau semacamnya, kebakaran lahan terjadi 99 persen disengaja atau dibakar. Oleh karenanya, kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar sangat diharapkan.

Hal yang mustahil jika aparat baik TNI, Polri dan Pemerintah Daerah mengawasi masyarakat satu persatu untuk tidak membakar lahannya. Belum lagi masyarakat sudah mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat membakar hutan atau lahan.

“Selain kita gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar, di sisi lain perlu juga kesadaran dari masyarakat. Kalau Masyarakat berfikir dirinya saja misalnya yang membakar, dan lambat laut masyarakat yang lain berfikiran sama, dipastikan akan terjadi lagi kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya,” tutup Naudi.(arli)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,323PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.