Wagub Kalteng : Tanamkan Bela Negara Sejak Dini

Adakan Lomba Diskusi Parade Cinta Tanah Air

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Sebagai wujud atensi dari Kementerian Pertahanan RI dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta meningkatkan kesadaran terhadap Bela Negara dan kecintaan terhadap tanah air pada usia remaja khususnya di lingkungan pendidikan, dilaksanakn kegiatan Lomba Diskusi atau Uji Parade Cinta Tanah Air yang diikuti puluhan pelajar jenjang pendidikan SLTA Sederajat dan Mahasiswa se Kalimantan Tengah, Selasa (18/07) di Aula Kantor Kesbangpol Kota Jl.Diponegoro Kota Palangka Raya,

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melalui sambutan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Kalteng Habib Said Ismail dalam kegiatan tersebut menyampaikan, melalui kegiatan ini para pelajar dan mahasiswa yang juga sebagai warga negara mampu menumbuhkan kemampuan berargumen secara lisan.

“Serta mampu mengekspresikan pemikiran dan pengetahuannya dalam rangka membentuk karakter bangsa yang ulet, tangguh, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kesadaran bela negara,” jelas Habib Said Ismail.

Melalui kegiatan tersebut pula, dimaksudkan dalam rangka memupuk rasa persatuan dan kesatuan. Pelajar dan Mahasiswa merupakan salah satu penerus bangsa yang akan mengambil alih estapet kepemimpinan nasional maupun Daerah.

Tidak hanya itu, ajang perlombaan ini juga merupakan wadah untuk mewujudkan sumber daya Manusia yang cerdas, patriotik dan bertanggungjawab kepada bangsa dan negara, yang memiliki jiwa pancasila, berpedoman pada UUD 1945, setia dan patuh kepada NKRI sesuai sesanti Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita berkeinginan bagaimana rasa Bela Negara bisa ditanamkan sejak dini ke jiwa Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa. Bela Negara bukan berarti berjuang di medan perang, akan tetapi lebih kepada bagaimana rasa cinta terhadap Bangsa Negara sehingga dapat merasuk ke sendi-sendi kehidupan dari generasi muda sekarang ini” katanya menambahkan.

Wakil Gubernur Kalteng ini mendambakan, ancaman yang sekarang ini dan perlu digarisbawahi mengenai penggunaan media sosial yang bersifat negatif dan penyalahgunaan narkoba. Sementara untuk menangkal isu terorisme dan radikalisme perlu adanya penekanan tehadap perbuatan kebaikan yang dilakukan.

Radikalisme sendiri, lanjutnya menambahkan muncul dikarenakan tidak adanya toleransi serta timbulnya kekecewaan. Untuk itu kedepannya Pemerintah Daerah sendiri mampu membangun sinergitas baik antara Pemerintah dengan Masyarakat, antara yang tua dengan yang muda, antara berkuasa dengan yang lemah.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...