spot_img

Video Kaesang Dinilai Sebagai Penghinaan Terhadap Kelompok Desa

Menaranews, DKI Jakarta – Pengamat Hukum Pidana Bina Nusantara, Sofyan mengatakan bahwa video yang di unggah oleh putra presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarap bukan termasuk dalam ujaran kebencian.
Menurut Dia, Video yang diduga mengandung ujaran kebencian tersebut justru sebagai penghinaan terhadap kelompok Desa.
“Saya tafsirkan bahwa video yang diunggah oleh Kaesang bukan merupakan sebuah ujaran kebencian, melainkan kepada penghinaan terhadap kelompok desa,” kata Sofyan kepada¬†menaranews.com, Jumat (7/7).
Selain itu, Sofyan juga menambahkan bahwa Kaesang menggunakan kata “Ndeso” dalam terminologi nya merujuk kepada hal-hal yang bersifat Negatif.
“Kita lihat saat di video tersebut ada anak-anak yang bawa obor dan meneriakan bunuh Ahok, dan kaesang bilang Ndeso. Itu menunjukan bahwa perilaku anak-anak tersebut seperti orang desa, padahal kenyataanya orang-orang desa masih menjaga prinsip gotong royong,” tambahnya.
Dia pun meminta Kaesang untuk mengklarifikasi alasanya menggunakan kata “Ndeso” dalam videonya.
“Harusnya Dia bisa klarifikasi kenapa menggunakan kata Ndeso dalam video nya,” katanya.
Dalam perspektif Hukum, Sofyan menjelaskan dalam video tersebut masuk kedalam unsur penghinaan Hukum perdata.
“Jika ada paguyuban Desa/perkumpulan orang desa melaporkan Video tersebut ke Aparat penegak hukum, itu masuk dalam unsur penghinaan dalam hukum perdata,” tandasnya. (MR)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,043PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles