TMMD Ke-99, Kodim 1016/Plk Bangun Semangat Kebersamaan dan Kebangsaan

Bentuk Kebersamaan TNI dan Masyarakat

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Keberadaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya menjadi komponen utama dari sistem pertahanan Negara yang memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan Negara dari segala ancaman,  tetapi juga sebagai komponen pendukung dalam pencapaian pembangunan di berbagai aspek baik dalam skala daerah ataupun nasional.

Upaya TNI dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sudah tidak dapat disangsikan lagi, khususnya di Kalteng, dimana beberapa kegiatan yang diinisiasi oleh Korem 102/Pjg disambut dengan penuh kesadaran dan semangat kebersamaan seperti buka bersama lintas agama yang dilaksanakan Rabu (14/06) di Gereja GKE Bukit Hindu, dan kegiatan membersihkan rumah ibadah lintas agama yang mencakup semua agama yang ada di wilayah Kalteng (Palangka Raya, Sampit. red) yang sudah dilaksanakan beberapa kali.

Namun bukan hanya sampai disitu, pelaksanaan momentum kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 99 Tahun 2017 yang oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 1016/Palangka Raya yang dilaksanakan di Kelurahan Sungai Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, menunjukkan bukti bahwa TNI memiliki semangat nyata dalam membantu membangun daerah.

TMMD yang mencakup bentuk pembangunan fisik dan non fisik, tidak hanya sebagai ajang pencapaian percepatan pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat, namun diharapkan dapat dijadikan sebagai wadah untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadi sarana dalam mendeteksi secara dini dari ancaman yang terjadi di daerah melalui semangat kebersamaan dan persatuan.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Palangka Raya HM. Riban Satia ketika menjadi Inspektur Upacara pada pembukaan TMMD Reguler Ke-99 Kodim 1016/Plk di Desa Trans Km. 38 Tijlik Riwut, kegiatan ini merupakan usaha-usaha memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia khususnya masyarakat Kota Palangka Raya.

“Juga dapat dijadikan sebagai upaya menyelesaikan persoalan yang terjadi di daerah serta wujud perhatian TNI dalam mempercepat pencapaian pembangunan dalam menjaga keutuhan NKRI, dan menjaga kualitas sumber daya alam dan manusia. Dan lebih terpenting lagi, memperkuat semangat terhadap bela Negara,” kata Riban Satia.

 

Bentuk Kebersamaan TNI dan Masyarakat

Posisi geografis antara Desa Sei Gohong yang mayoritas ditempati oleh masyarakat lokal, dengan Desa Transmigrasi Km. 38 Jl. Tjilik Riwut Palangka Raya dengan jarak sepanjang 2,9 Km selama ini tidak dapat dilalui karena kondisi jalur transportasi penghubung yang tidak bisa difungsikan.

Dengan adanya permasalahan tersebut, kegiatan TMMD Reguler Ke-99 menargetkan pembangunan dan perbaikan jalur tersebut bersama-sama dengan masyarakat dengan tujuan dapat membantu mobilitas masyarakat serta memperkuat rasa kebersamaan baik antara TNI dan masyarakat maupun antar masyarakat lokal dan pendatang.

Tidak hanya itu, jalan dan jembatan yang dibangun dengan menggunakan pondasi kayu besi (ulin) selama kegiatan TMMD Reguler Ke-99 tersebut juga digunakan sebagai akses singkat warga khususnya anak-anak yang berangkat ke sekolah.

Seperti  Informasi  disampaikan langsung oleh Heru selaku Ketua RT/02, dimana selama jembatan belum diperbaiki , warga Trans 38 Tijik Riwut yang anaknya bersekolah di Sungai Gohong Induk, terpaksa melalui jalan raya (penghubung antar Kota Palangka Raya-Kabupaten Katingan.red). Ini tentunya sangat membahayakan bagi keselamatan anak-anak sendiri, dan juga terpaut jarak yang cukup jauh.

“Kita sangat menyambut baik dengan kegiatan TMMD yang secara umum dilaksanakan di Desa Sungai Gohong ini. Kita sangat berharap dengan kegiatan ini kedepan Pemerintah Daerah, TNI dan masyarakat dapat lebih bekerjsama lagi. Kita juga sangat bersyukur, dengan dibenahinya jalan dan jembatan ini anak-anak bisa mempersingkat waktu ke sekolah,” ujar Heru ketika diwawancarai.

Pasalnya, banyak anak-anak yang bersekolah di Kelurahan Induk Sungai Gohong seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari wilayah Trans 38 Tijik Riwut karena di wilayah tersebut hanya memiliki sarana prasarana pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD). Sehingga sebelum adanya pengerjaan jalan dan jembatan tersebut, para pelajar harus menempuh jarak 6 sampai dengan 7 Km melalui jalan raya untuk sampai ke sekolah, sehingga membahayakan keselamatan para penerus bangsa tersebut.

Hal senada juga disampaikan Dewarson selaku Ketua RT04/RW02 Trans 38 Tijik Riwut, dirinya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih dengan program kegiatan yang dilaksanakan TMMD Reguler Ke-99 Kodim 1016/Plk beserta Pemerintah Daerah Kota Palangka Raya seperti adanya perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, serta kegiatan-kegiatan sosialisasi dan penyuluhan lainnya.

“Kita sangat bersyukur sekali adanya perbaikan Jalan dan Jembatan oleh TNI, Pemerintah dan masyarakat. Dengan ini masyarakat khususnya Kelurahan Sungai Gohong terlebih lagi warga Trans 38 dapat lebih singkat menuju ke Kelurahan Sungai Gohong Induk” tukas Dewarson.

Salah satu mahasiswa Jurusan Ilmu Filsafat Semestar 6 UGM Yogyakarta yang juga sedang melakukan kegiatan KKN di daerah tersebut, Muhammad Zidny Kafa menjelaskan, sasaran kegiatan dari TMMD Reguler Ke-99 yang dilaksanakan Kodim 1016/Plk ditahun 2017 sangat bermanfaat, terutama pada kegiatan fisik dan sosialisasi peningkatan SDM yang hampir sama dengan kegiatan KKN.

“Dari UGM sendiri sangat senang sekali jika dilibatkan dan saling bersinergi sebisa mungkin, sesuai kapasitas kami tentunya. Kegiatan TNI kalau bisa saya bilang kegiatan revolusi mental dimana kegiatannya sendiri lebih condong ke arah memperkokoh nilai-nilai kebangsaan serta menumbuhkan rasa nasionalisme,” kata Zidny Kafa.

Bahkan dirinya menilai, komunikasi dan hubungan silaturrahmi yang sangat baik telah tercipta antara TNI, masyarakat, dan juga semua pihak yang ikut dalam program tersebut. Ini menandakan bahwa TNI di wilayah Palangka Raya dapat menciptakan rasa kebangsaan, kebersamaan dan semangat nasionalisme dalam membangun daerah tanpa terpengaruh isu-isu negatif yang dapat memecah belah bangsa.

Melihat kondisi Nasional saat ini, khususnya di di beberapa daerah di Jawa, sangat banyak oknum dan kelompok yang menggunakan isu SARA untuk memecah belah persatuan. Ia sendiri menilai, selama berada di Kalteng terutama di Palangka Raya, kerukunan antar umat beragama sangat tinggi, dan sangat patut untuk daerah yang terkenal dengan Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila ini.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...