Tahun Depan, Tunjangan Bagi ASN Pandeglang Dipastikan Meningkat

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Tunjangan bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pandeglang pada tahun 2018 mendatang dipastikan meningkat. Pasalnya saat ini, Pemerintah Kabupaten Pandeglang tengah membahas mengenai pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi seluruh ASN. Bahkan diperkirakan, nilai Tukin akan lebih besar dibandingkan Tunjangan Daerah (Tunda) yang saat ini sudah bergulir.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pandeglang, Ramadani menjelaskan, pemberian Tukin terhadap para ASN ini merupakan arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sebagai bentuk apresiasi terhadap ASN yang berkinerja baik.

“Ini (Tukin, pen) sesuai dengan arahan dari Kemenpan RB, bahwa pemerintah harus menghargai pegawai yang berkinerja baik sekaligus dalam rangka memotivasi pegawai agar memberi pelayanan lebih baik,” ujarnya saat ditemui di Oproom BPKD, Selasa (11/7/2017).

Ramadani menuturkan, saat ini pihaknya tengah menyusun finalisasi penghitungan Tukin dengan bantuan dari Tim Pusat Pranata Pembangunan Universitas Indonesia (UI). Bocorannya, nilai Tukin akan meningkat signifikan sekitar 2 kali lipat dari Tunda. Jika mengacu pada anggaran Tunda tahun 2017 yang mencapai Rp 30 miliar, maka diprediksi alokasi Tukin akan mencapai lebih dari Rp 60 miliar.

“Tukin dipastikan akan lebih besar dibanding Tunda, bahkan sangat signifikan karena nilainya bisa mencapai 2 kali lipat. Kami juga sedang menyusun kelas jabatan yang disesuaikan dengan eselon ring. Setelah itu baru dilakukan formulasi dasar perhitungan untuk Tunjangan Kinerja,” tutur suami dari Melly Dyah Rahmalia itu.

Pemberian reward ini, lanjut dia, akan disesuaikan dalam Kelas Jabatan dan klasifikasi. Artinya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki beban kerja, pagu anggaran, hingga resiko yang besar, maka dipastikan nilai Tukinnya akan lebih besar dari OPD lain. Mantan Inspektur Inspektorat ini kembali menuturkan, meski nilai Tukin lebih besar dari Tunda, namun angka yang diterima bisa saja berkurang, apabila pegawai memiliki kinerja dan absensi yang buruk.

“Tetapi mau tidak mau Tukin ini akan diterapkan pada tahun 2018, dan nanti akan kami buat klasifikasi, jadi tidak akan sama rata. Termasuk untuk eselon IIIA Kabag atau Kabid dengan Camat. Meski eselon ringnya sama, namun Camat menjadi kepala SKPD. Maka Camat akan lebih besar meski eselonnya sama,” sebutnya.

Hanya saja, tambah Ramadani, pihaknya belum dapat memastikan jika anggaran yang disiapkan lebih besar ketimbang Tunda. Karena Pemkab akan menyesuaikan dengan pagu dalam APBD tahun 2018.

“Nanti kami liat kapasitas anggaran, tetapi intinya Pemkab sudah memperhatikan kesejahteraan pegawai karena memang beban anggaran untuk pembayaran Tukin ini relatif cukup besar. Kami akan menyesuaikan kemampuan APBD. Tidak mungkin disamakan dengan daerah lain,” jelas pria berkacamata itu. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...