SMPN 1 Kotabumi, Diduga Kangkangi Kebijakan Disdik

MENARAnews, Kotabumi (Lampung) – Terkait kebijakan quota penerimaan siswa baru (PSB) melalui jalur bina lingkungan (Biling), SMPN 1 Kotabumi dinilai telah menentang kebijakan dinas pendidikan (Disdik ) Lampung Utara (Lampura). Disdik sendiri dalam menetapkan quota PSB jalur biling sebesar 15 persen dari keseluruhan jumlah siswa baru. Sedangkan SMPN 1 Kotabumi hanya menetapkan quota 10 persen. Hal itu terungkap saat awak media mengkonfirmasi permasalahan tersebut ke Disdik setempat (17/7/2017).

Kepala Dinas Pendidikan, melalui Kasie SMP nya, Merlyn Sofia mengatakan secara tegas bahwa Disdik Lampura menetapkan  quota PSB jalur biling sebesar 15 persen dan itu telah tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas. ” Itu sudah jelas tertuang dalam SK Kepala Dinas. Dan saya juga sudah mewanti-wanti kepada SMP agar proses dan prosedur PSB sesuai aturan yang telah ditetapkan,” tegas dia diruang kerjanya.

Terkait mekanisme secara tehnisnya, Merlyn mengatakan hal tersebut diserahkan ke sekolahan masing-masing. “Yang pasti jalur biling diperuntukkan untuk masyarakat sekitar dekat sekolahan dan juga mengacu pada syarat-syarat yang ditentukan,” jelas dia.

Terkait SMPN 1, lanjut Merlyn, dengan rombongan belajar (Rombel) 5 seharusnya SMP tersebut menerima siswa baru sebanyak 160 murid.

Sebelumnya, SMPN 1 Kotabumi dalam menetapkan quota PSB jalur biling sebesar 10 persen. Menurut mereka besaran itu telah sesuai dengan apa yang menjadi kebijakan Disdik. Terkait radius SMPN 1 menetapkan radius minimal 500 meter dari sekolahan dan juga mempertimbangkan nilai siswa. Total penerimaan siswa baru di SMPN 1 sebanyak 130 siswa.

Proses PSB SMPN 1 jalur biling sendiri mendapat keluhan dari masyarakat setempat dikarenakan dianggap tidak transparan. Namun hal itu dibantah oleh pihak SMPN 1 Kotabumi, melalui Ketua Panitia PSB, Sumarno, mengatakan bahwa semua proses PSB reguler maupun biling sudah sesuai prosedur dan keputusan rapat bersama.  (JA/RZ)

Comments
Loading...