Simpan Senjata Api Warisan, Dua Warga Mantangai Ditangkap

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Dua orang warga Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah yakni Hendro (30) dan Karli (37) ditangkap aparat kepolisian resort (Polres) Kapuas, karena memiliki atau menyimpan senjata api illegal.

Penangkapan terhadap kedua tersangka berawal setelah tim gabungan Polsek Timpah, Polsek Mantangai dan Resmob Polres Kapuas pada 24 Juni 2017 mendapatkan informasi dari masyarakat, tentang keberadaan Hendro warga Dusun Tepian Karahau, Desa Murui Raya, Kecamatan Mantangai memiliki senjata api.

Lalu Hendro pun ditangkap dengan barang bukti satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver dan tiga butir amunisi kaliber 38 serta satu buah sarung senjata pendek warna hitam dan juga satu buah tas warna merah.

Tak berhenti sampai disitu, polisi pun kemudian mengembangkan kasus kepemilikan senjata api tanpa izin tersebut hingga berhasil menangkap Karli yang juga merupakan warga Dusun Tepian Karahau, Desa Murui Raya, Kecamatan Mantangai.

“Senjata api yang kita sita dari Hendro berasal dari Karli,” kata Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar saat menggelar press release kegiatan kepolisian yang ditingkatkan di Mapolres Kapuas, Senin (3/7/2017).

Dari Karli, polisi kemudian menemukan barang bukti satu pucuk senjata api rakitan jenis FN dan dua pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis dum-duman dan puluhan butir amunisi berbagai ukuran kaliber serta sejumlah barang bukti lainnya.

“Kedua tersangka kita tangkap karena memiliki atau menyimpan senjata api (rakitan) tanpa ijin dari pihak yang berwenang, yang mana untuk TKP-nya di Kecamatan Timpah,” terang Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Kapuas AKP Iqbal Sangaji menambahkan, tersangka Karli sekitar tiga tahun lalu sebelum bapak mertuanya meninggal dunia, dia diberi warisan yaitu berupa empat pucuk senjata api rakitan yang terdiri dari dua Senpi laras pendek dan dua Senpi laras panjang.

Karena kebutuhan ekonomi, lalu Karli menjual satu Senpi jenis revolver warisan dari mertuanya tersebut kepada Hendro seharga Rp 4,5 juta dengan tiga butir amunisi. “Selama ini kami masih mengembangkan terkait dengan Senpi tersebut apakah sudah dilakukan atau dipakai untuk tindak pidana lain. Tapi sejauh ini penyelidikan kami dilapangan belum menemukan ke arah itu,” terang Iqbal.

Atas kepemilikan senjata api tanpa izin tersebut kedua tersangka telah melanggar ketentuan pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. “Ancaman hukumannya maksimal seumur hidup atau minimal 20 tahun penjara. Kami juga masih melakukan pengembangan terkait dengan banyaknya peluru, dari mana dia dapat,” tutup Iqbal. (irf)

Editor: Hidayat 

Comments
Loading...