Sikapi Serapan Yang Rendah, Sejumlah OPD Pemkab Pandeglang Dikumpulkan

MENARAnews, Pandeglang (Banten) –Pemerintah Kabupaten Pandeglang melakukan rapat terbatas membahas perihal serapan anggaran yang masih rendah disejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang Oproom Setda Pandeglang, Kamis (06/07/2017). Karena tercatat hingga semester pertama kemarin, realisasi anggaran Pemkab Pandeglang tidak lebih dari 50 persen.  

Rapat itu dipimpin langsung oleh Asisten Daerah Bidang Ekonomi Pembangunan, Girgi Jantoro. Beberapa OPD yang dikumpulkan yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Panataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM.

Kepala DPUPR, Anwari Husnira mengakui jika sejauh ini serapan anggaran dilembaganya masih tergolong kecil. Bahkan sejumlah pembangunan jalan dan irigasi pun belum dilakukan pekerjaan.

“Kami memang terkendala soal proses lelang. Memang dana kami besar, tetapi kan rata-rata itu fisik . Adapun untuk melalui PL (Pekerjaan Langsung, red), semuanya sudah dikerjakan hanya serapan-serapan saja,” ujarnya.

Anwari beralasan, rendahnya serapan tersebut lantaran terkendala dengan proses lelang yang belum selesai. Namun dirinya menyebutkan bahwa saat ini proses lelang sudah berada diangka 80 persen. Sehingga diyakini pada bulan Juli hingga Agustus serapan APBD DPUPR bisa mencapai 70 persen.

“Hampir sudah 80 persen yang dilelang, semua nya selesai. InsyaAllah untuk penyerapan antara bulan Juli Agustus akan cepat sampai September, sehingga serapannya bisa mencapai 70 persen. Jadi di dinas kami itu tergantung proses lelang, kalau sudah selesai kemungkinan bisa cepat,” kilahnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi hal serupa terjadi pada tahun depan, pihaknya akan melakukan perencanaan pembangunan pada APBD Perubahan. Sehingga ketika memasuki tahun 2018, proses perencanaan pekerjaan sudah lebih baik. Mengingat setiap tahunnya, DPUPR kerap menjadi salah satu OPD dengan serapan yang paling rendah.

“Ke depan, kami akan lakukan perencanaan dimulai sejak APBD Perubahan untuk tahun 2018. Jadi kami usahkan perencanaan ditahun anggaran berjalan. Kalau selama ini kan perencanaannya diwaktu berjalan,” cetus Anwari.

Senada dikatakan Kepala Disperindag ESDM, Tatang Efendi. Menurutnya, persoalan rendahnya serapan di instansinya, disebabkan belum ditentukannya pemenang lelang konsultan pembangunan untuk revitalisasi 14 pasar.

“Untuk serapan anggaran di Disperindag, terutama belanja langsung memang masih kecil, sedangkan anggaran yang besarkan untuk revitaslsasi pasar. Namun harus dilelang jadi belum bisa dilaksanakan kegiatan fisiknya sepanjang konsultan belum ada. Tetapi kami terus upayakan agar segera dilaksanakan, kalau sudah ada konsultan pemenangnya otomatis akan segera dilakukan pembangunan,” terangnya.

Dari pagu anggaran yang dialokasikan untuk Disperindag ESDM, saaat ini baru terealisasi sebesar 14,80 persen dari nilai Rp16,5 miliar. Padahal seharusnya, memasuki bulan Juli, serapan anggaran disetiap OPD bisa diangka 75 persen.

“Belanja daerah Disperindag tahun 2017 totalnya Rp16.586 miliar, namun baru terealisasi Rp2.455 miliar. Belanja Tidak Langsungnya Rp3.7 miliar, realisasinya Rp1.15 miliar. Kalau belanja langsung pagunya Rp12.8 miliar, realisasi Rp1.35 miliar,” sebut Tatang.

Kendati demikian, mantan Kepala BPMPD itu optimis jika pada akhir bulan Juli, serapan di lembaganya akan lebih besar dan reallisasi hingga akhir tahun akan maksimal.

“Untuk tahapan bulan Juni serapan DAK kami sudah aman, itu kan masih berproses sampai bulan Juli. Jika harus sampai 75 persen di bulan Juli, mudah-mudahan bisa mencapai 75 persen. Karena penunjukkan langsung tidak bisa dilaksanakan jika belum ada pemenang konsultan perencanaan,” tutupnya. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...