Seleksi Catar Akpol, Peserta Menduga ada KKN

 

MENARAnews, Medan (Sumut) – Sejumlah calon taruna Akademi Kepolisian dari Polda Sumut menduga ada KKN dalam seleksi penerimaan.

Dugaan itu menguat dengan adanya penambahan kuota yang tidak didasarkan atas peringkat. Hal tersebut pun mendapat protes dari beberapa calon taruna.

Protes itu mereka utarakan lantaran kuota tambahan, diisi oleh calon Taruna dengan “melangkahi” 12 peringkat diatasnya.

“Waktu pengumuman ada 13 calon Taruna dan 1 calon taruni. Pas mau keberangkatam untuk seleksi nasional di Semarang, diumumkan ada penambahan 1 kuota untuk calon taruna,” kata salah satu calon Taruna, Sandi Pratama Putra, Rabu (12/7/2017).

Kejanggalan semakin terlihat karena kuota tambahan itu diisi oleh peserta seleksi yang berperingkat 26.

“Seharusnya kalau berdasarkan peringkat itu diisi peserta yang berperingkat 14 pada seleksi itu,” kata Sandi lagi.

Sandi yang didampingi beberapa rekan sesama calon taruna yang ikut protes juga mengatakan, persoalan ini sudah mereka pertanyakan ke pihak panitia seleksi di Polda Sumut. Sayangnya mereka tidak mendapat jawaban yang memuaskan.

“Panitia seleksinya sendiri Kompol Rosyid tidak memberikan jawaban yang jelas. Padahal kami hanya ingin mengetahui alasan mengapa yang berperingkat 26 dinyatakan layak lolos. Logikanya kalau yang berperingkat 26 layak, maka kami yang berperingkat diatasnya juga harusnya layak untuk berangkat,” keluhnya.

Sandi bersama rekan lainnya berharap agar mereka mendapat informasi yang jelas soal alasan peserta yang dapat peringkat ke 26 bisa masuk di kuota tambahan.

“Karena kami dengar, yang berperingkat 26 tersebut anak dari salah satu pejabat utama di Polda Sumatera Utara,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumut Rina Sari Ginting mengatakan, penambahan peserta itu adalah dari jalur kuota khusus dari Mabes Polri. Namun Rina mengaku tidak tahu kepada siapa kuota itu diberikan.

“Tapi kouta itu tidak mengganggu kuota Polda Sumut yang berjumlah 14 orang. Itu kuota khusus,” kata Rina. (Yug)

Comments
Loading...