Rencana Pemindahan Ibu Kota Tak Pengaruhi Harga Tanah Di Palangka Raya

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kian santernya kabar tentang  rencana pemindahan ibu kota pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Tengah khususnya ke Kota Palangka Raya, ternyata belumlah sepenuhnya berdampak terhadap harga jual tanah, terutama pada bagian wilayah terdalam  Kota Palangka Raya.

“Sampai saat ini harga jual tanah di Palangka Raya, terutama harga jual didalam kota masih tidak ada pengaruh. Lain halnya harga jual tanah yang berada di luar kota, bisa jadi melonjak tajam,”ungkap Camat Jekan Raya, Saipullah, saat dimintai komentar tentang pengaruh harga jual tanah terhadap rencana pemindahan Ibu Kota Pemerintahan ke Palangka Raya, Selasa (11/7).

Lebih lanjut Saipullah yang baru saja dilantik  Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia sebagai Camat Jekan Raya yang baru tersebut mengatakan,untuk harga jual tanah diwilayah kecamatan setempat masih berkisar pada harga normal. Meskipun, isu mengatakan bisa jadi pemindahan ibukota akan mengambil posisi pada titik bagian tengah Kota Palangka Raya.

Berdasarkan data-data terkait jual beli tanah yang masuk, maka harga jual tidak ada korelasi kuat dengan rencana pemindahan.

Sebut saja ukuran tanah 30×50 meter, maka kisarannya paling tidak hanya Rp100 juta terutama di daerah pinggiran Kecamatan Jekan Raya.

“Kalaupun ada harga lebih dari itu, biasanya warga yang menjual tanah akan mengacu dengan kondisi strategis saja. Warga tidak mengaitkan harga jual dengan rencana pemindahan ibu kota,”terangnya.

Namun demikian, saat ini kebanyakan warga tidaklah berpikiran untuk menjual lahannya, baik antar warga maupun dengan pihak pengembang perumahan sekalipun ataupun dari pendatang luar. Hak untuk tidak menjual tanah itu pun bukan berarti sepenuhnya karena warga ingin melihat jadi tidaknya rencana pemindahan ibu kota ke Palangka Raya.

“Memang bila diasumsikan, ketika jadi dilakukan  pemindahan ibu kota, maka harga tanah akan mahal. Pemikiran itu tidak salah sepenuhnya. Pun demikian, saya pikir warga Jekan Raya ini tidak akan mengacu dengan hal tersebut,”jelas Saipullah.

Lain halnya kata dia, area tanah warga yang memang masuk pada zona pemindahan ibu kota, sebut saja pada kawasan Jalan Tjilik Riwut menuju kawasan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu. Disana  memang bisa jadi harga jualnya kian melambung tinggi.

‘Kami berharap, masyarakat terutama bagi warga yang memiliki lahan, tidak lah terlalu larut menyikapi rencana pemindahan ibu kota, lebih baik tanah atau lahannya di jadikan sebagai sarana produktif untuk bercocok tanah dan tempat tinggal. Semuanya mesti disikapi dengan bijak,”pungkasnya.(AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...