Realisasi Pajak Pemkab Pandeglang Baru Mencapai 40 Persen

MENARAnews, Pandeglang (Banten) –Realisasi penerimaan pajak daerah di Kabupaten Pandeglang hingga triwulan kedua telah mencapai 40,24 persen atau senilai Rp 13,99 miliar dari target yang ditetapkan pada tahun 2017 sebesar Rp 34,78 miliar. Jumlah itu berasal dari 11 jenis pajak daerah. 

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D)  Kabupaten Pandeglang, pajak penerangan jalan menjadi sektor penyumbang pendapatan tertinggi dengan Rp 5,3 miliar, disusul Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp 3,4 miliar. Kemudian Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp 2,1  miliar. Sedangkan pajak hotel menyumbang pendapatan senilai Rp1,3 miliar, pajak restoran Rp 629 juta, pajak hiburan Rp23 juta, pajak reklame Rp 508 juta,

Sementara pajak parkir Rp15 juta, pajak air bawah tanah Rp 79 juta, pajak mineral bukan logam dan batuan Rp 77,4 juta. Adapun untuk pajak Sarang Burung Walet (SBW)  tidak memiliki pemasukan alias nihil.

“Dari sebelas objek pajak daerah hingga triwulan kedua sudah mencapai 40,24 persen atau senilai Rp 13,99 miliar,” kata Kepala BP2D Pandeglang, Utuy Setiadi, Kamis (13/7/2017).

Selain mengejar peneriman pajak daerah yang sudah ditargetkan, pihaknya juga memaksimalkan poteni-potensi objek pajak baru.  Beberapa objek pajak baru yang sudah terinventarisir seperti perhotelan dan restoran di kawasan Pantai Carita.

“Kami turun ke lapangan untuk mencari objek pajak baru di Carita, termasuk Coconut Island. Kami tidak diam, kami kejar terus objek pajak baru terutama hotel dan restoran,” pungkasnya. (Kr)

 

Editor, Irdan

Comments
Loading...
error: Content is protected !!