Program Multiyear 2017-2018 Kalteng Masih Dalam Pembahasan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Guna mematangkan program pelaksanaan kegiatan Multiyear di tahun 2017 sampai dengan tahun 2018 di wilayah Provinsi Kalteng, Jajaran Eksekutif bersama dengan Legislatif menggelar rapat koordinasi terkait perihal tersebut, Rabu (05/07) di Kantor DPRD Kalteng Jl. S. Parman Kota Palangka Raya.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kalteng, R. Atu Narang serta dihadiri pihak eksklusif dalam hal ini diwakili oleh Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Syahrin Daulai beserta jajaran SKPD Provinsi Kalteng lainnya seperti Dinas PU Kalteng dan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kalteng.

Atu Narang menyampaikan, tiga hal penting dari hasil rapat tersebut yakni, pihak legislatif menyambut baik program Multiyear yang direncanakan oleh pihak Eksklusif dalam rangka percepatan pembangunan di Daerah.

“Kedua, disepakati bersama untuk pendalam secara teknis yang dilakukan oleh anggota Komisi dan SKPD atau Dinas terkait, khususnya pada program Multiyear,” jelas Atu Narang.

Hal yang terakhir yakni, program kegiatan ini dilanjutkan dan dibahas di masing-masing komisi. Hasil pembahasan inilah yang nantinya akan menjadi acuan apakah program kegiatan yang disusun oleh Pemprov Kalteng akan dilaksanakan atau tidak.

Disisi lain, H. Abdul Hadi salah satu anggota Komisi D membidangi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan berkeinginan kegiatan Multiyear tahun 2017 Kabupaten Barito Selatan bisa masuk selain program pembangunan di dua Kabupaten lainnya, yakni Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.

“Kita harapkan pada anggaran perubahan ini di wilayah Barsel masuk program multiyear, khususnya ruas yang kita usulkan beberapa waktu yang lalu yakni Barsel tembusan Dadahup, A-5, Mangkatif di Kapuas dan kemudian arah Bengkuang tembus ke Bartim,” jelas Hadi menambahkan.

Dengan dibangunnya ruas jalan yang sudah direncanakan tersebut, akan menjadi ruas jalan lintas Kalimantan sehingga ke depan lanjutnya lagi dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pembangunan pemukiman.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...