Program DIII Masih Jadi Andalan PTS di Solo

MENARAnews, Surakarta (Jateng) – Dikutip dari solopos.com, Pejabat Humas Politeknik Indonusa Solo, Eni Lestari, menyatakan bahwa jumlah pendaftar Program DIII pada Tahun Akademik 2017/2018 masih tinggi. “Sampai sekarang jumlah pendaftar mencapai 540 orang,” kata dia di Kampus Politeknik Indonusa di Jl. K.H Samanhudi Solo, Selasa (11/7/2017).

Dia menyebutkan, Politeknik Indonesia pada Tahun Akademik 2017/2018 membuka lima program studi (Prodi) DIII yakni Manajemen Informatika; Komunikasi Massa; Mesin Otomotif; Perhotelan; dan Farmasi. Calon mahasiswa masih diberi kesempatan untuk mendaftar sampai September 2017. “Kami menargetkan 650 mahasiswa baru,” tambah Eni.

Eni menambahkan calon mahasiswa yang mendaftar tidak hanya berasal dari Soloraya, tetapi juga berbagai daerah di Jawa Tengah serta luar provinsi. Beberapa diantaranya adalah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

“Ada juga pendaftar dari luar negeri yakni Negara Timor Leste sebanyak dua orang,” jelas dia. Menurutnya, ada kenaikan dana pengembangan institusi (DPI) 5%-10%. Kendati demikian biaya DPI dapat diansur selama tiga kali dalam satu semester.

“DPI naik Rp 1 juta dibandingkan tahun sebelumnya (2016). Sedangkan biaya Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) naik menjadi Rp 300.000 per bulan dari sebelumnya Rp 275.000 per bulan,” jelas dia.

Pada Tahun Akademik 2017/2018, Politeknik Indonusa memberikan beasiswa untuk tujuh mahasiswa program Bidikmisi, 20 siswa berprestasi, dan lima mahasiswa yatim kurang mampu. “Meski perkuliahan baru dimulai September mendatang, kami telah menggelar prakuliah kepada para mahasiswa baru,” kata dia.

Sementara itu, Program DIII Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Sinar Nusantara Solo juga dibanjiri pendaftar. “Jumlah pendaftar Program DIII mencapai 100 orang lebih,” ujar Kepala Humas STMIK Sinar Nusantara Solo, Sri Harjanto.

STMIK Sinar Nusantara membuka tiga program studi DIII yakni Manajemen Informatika, Teknik Informatika, dan Komputer Akuntansi dengan biaya pengembangan Rp 6 juta sampai Rp 8 juta. (Nap)

Artikel asli: http://m.solopos.com/2017/07/15/perguruan-tinggi-swasta-di-solo-masih-andalkan-program-diii-833183

Comments
Loading...