Pro-Kontra Pemindahan Ibukota Indonesia ke Palangka Raya

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Santernya  rencana pemindahan ibukota pemerintahan  Indonesia yang konon peluangnya lebih besar akan dipindahkan ke Palangka Raya. Ternyata tidak sedikit menimbulkan opini pro maupun kontra.meskipun pembahasan di tingkat pemerintah pusat terus diseriusi dan berlanjut.

Seperti yang diutarakan anggota DPRD Kota Palangka Raya , Sugianor yang menyatakan dukungannya apabila wilayah Palangka Raya menjadi tempat pemindahan Ibukota Pemerintahan Indonesia.

“Kalau memang petimbangannya sudah matang dan terencana sistematis, maka selaku anggota DPRD kota Ralangka Raya tentu akan mendukung,” ungkapnya, Senin (10/7).

Menurut politikus PKB Kota Palangka Raya itu, santernya rencana  pemindahan ibukota pemerintahan ini memang sedang ramai-ramainya dibicarakan secara publik. Kalaupun kata dia, pilihan pemindahan ibukota Indonesia jatuh ke wilayah Palangka Raya, maka pemerintah telah memiliki dasar kuat serta matang.

“Bila Palangka Raya yang dipilih, tentu sudah melalui kajian maupun proses serta pertimbangan kuat. Maka itu tinggal kesiapan masyarakat untuk mendukungnya lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut Sugianor, pertimbangan keamanan Provinsi Kalimantan Tengah, khusus Kota Palangka Raya tentu menjadi salah satu pertimbangan pemindahan ibukota. Disamping indikator minimnya terjadi bencana, seperti  gempa,  banjir, tanah longsor dan lain-lain, sehingga memungkinkan hasil kajian menjatuhkan pilihan ke wilayah Palangka Raya.

“Terlepas adanya kontra akan hal ini, tentu hal biasa, tapi kita melihat bagaimana manfaat dan kebaikannya ke depan,” tutur sugianor.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio mengatakan, pemindahan ibukota Indonesia, bukan diartikan atau dilihat, esok atau lusa selesai dibangun lalu pindahkan. Akan tetapi bicaranya bagaimana perencanaan yang dilakukan secara matang.

Lalu ketika itu semua telah diputuskan maka akan ada masa pembangunannya. Kemudian setelah masa pembangunannya yang telah disesuaikan dengan garis perencanaan, maka bicaranya tidak hanya puluhan tahun atau ratusan tahun, akan tetapi untuk satu dan  dua abad mendatang.

“Jadi yang perlu diingat pula, kalau bicara pemindahan ibukota negara, tentunya menyangkut banyak problem dan memerlukan banyak pikiran anak negeri. Nah, kita hanya memperlihatkan kepada seluruh halayak Palangka Raya itu bagaimana, terutama  ketika orang mengaikan dengan pemindahan ibukota yang digaungkan selama ini, termasuk,” tutur Mofit

Ungkapnya, apabila semua  rakyat Indonesia sudah paham perlunya memindahkan lagi ibukota ke tempat lain yang lebih kondusif dan tepat. Kalaupun Pilihan jatuh ke Palangka Raya, tentu sudah melalui alasan yang tepat, yakni sebuah penilaian.

Sementara pandangan berbeda terkait pemindahan ibukota pemerintahan  Indonesia, disampaikan Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto, yang mengatakan  semua pihak dan masyarakat jangan terlalu berharap banyak tentang soal pemindahan ibukota ke Palangka Raya.

Tidak hanya itu,Ketua DPRD Kota Palangka Raya dua periode tersebut, cenderung sangsi dengan rencana pemindahan ibukota Indonesia ke Palangka Raya dapat terwujud.

“Jangan mengharap berlebihan. Secara pribadi saya tidak yakin hal itu menjadi kenyataan. Sebab untuk memindahkan ibukota bukan perkara gampang atau mudah begitu saja, akan banyak pertimbangan dan kesiapan yang dilakukan,” tandasnya.

Belum lagi, apakah secara umum pemerintah daerah telah siap. Begitu pula masyarakatnya apakah mampu mengikuti dan menerima setiap perubahan yang ada. Selain kesiapan itu, disisi lain letak geografis wilayah Palangka Raya apakah dinilai tepat menjadi pilihan tempat pemindahan ibukota.

“Menurut saya ini hanya sebatas wacana yang sejak dulu digulirkan. Masyarakat tidak perlu berlebihan menyikapinya. Saya sendiri pun tidak yakin itu terjadi,” pungkas politikus PDI Perjuangan Kota Palangka Raya itu.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...