Press Realase : ALIANSI MAHASISWA PAPUA KOMITE KOMITE KOTA SEMARANG-SALATIGA “NEGARA BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEJAHATAN KEMANUSIAAN DI PAPUA BARAT”

MENARAnews, Semarang (Jawa Tengah)- Aksi memperingati tragedi Biak Berdarah 1998, Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] melakukan aksi serentak di beberapa kota. Di Semarang 35 orang mahasiswa yang tergabung  dalam AMP Komite Kota Semarang-Salatiga melakukan aksi demo.

Aksi dimulai pukul 09:20 WIB dari titik kumpul Patung Kuda Universitas Diponegoro (Undip) Peleburan, massa aksi melakukan long march di Seputaran Simpang Lima dengan menyampaikan orasi politik secara bergantian.
Dalam setiap orasi, mengutuk tindakan brutal Militer Indonesia di Biak Papua pada 6 Juli tahun 1998 yang menewaskan banyak korban jiwa di kerumunan massa saat bernyanyi. Setelah wilayah Papua dimasukan melalui pelaksanaan penentuan pendapat rakyat (pepera) 1969 yang manipulative, tidak demokratis dan dibawah kekerasan Militer ribuan orang Papua dibantai. Apalagi setelah wilayah Papua dijadikan daerah operasi Militer (DOM) dari tahun 1977-1998 salah satunya kasus Biak Berdarah.
Pemerintah Republik Indonesia sama sekali tidak menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat seperti, Biak Berdarah, Wasior Berdarah, Wamena Berdarah, Nabire Berdarah, Paniai Berdarah dan sejumlah pelanggaran HAM berat lainnya. Menuntut pemerintah Republik Indonesia untuk bertanggung jawab dengan memberikan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua Barat.
Hak untuk rakyat bangsa Papua Barat untuk menentukan nasib sendiri adalah untuk membuka ruang demokrasi  di Indonesia.

Ketua AMP Komite Kota Semarang-Salatiga Jackson Gwijangge mengatakan,   militer segera hentikan kekerasan terhadap rakyat Papua yang  selama ini memakan ribuan nyawa manusia tak berdosa dan segera bertanggungjawab atas kasus Biak Berdarah pada 6 Juli tahun 1998 yang membunuh, memperkosa dan menewaskan 150 orang.  Kami sebagai generasi mudah akan terus melawan semua ketidakadilan yang dilakukan oleh Negara Indonesia terhadap rakyat Papua Barat.

Berikut pernyataan sikap yang dibacakan oleh Koordinator Aksi Frengky Yelipele.
Berdasarkan dengan kenyataan kekerasan kemanusiaan di Papua Barat, Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] menyeruhkan kepada dunia internasional dalam hal ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) , pemerintah Indonesia dibawah rezim jokowi-JK untuk;
1. Negara bertanggungjawab atas tragedy Biak Berdarah 1998 yang telah menewaskan ratusan nyawa dan rentetan pelanggaran HAM lainnya di Papua
2. Buka ruang demokrasi seluas-luasnya dan berikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua Barat
3. Tarik Militer (TNI/Polri) Organik dan Non Organik dari seluruh Tanah Papua
4. Tutup Freeport, BP, LNG Tangguh dan MNC, dan perusahaan lainnya yang merupakan dalang kejahatan kemanusiaan di atas Tanah Papua

Dan selanjutnya aksi selesai pada 11; 40 WIB dan massa aksi bubar.

Demikian press release ini kami buat, atas kerja sama rekan-rekan jurnalis dalam memberitakan kejahatan kemanusiaan di Tanah Papua ucapkan jabat erat.

Salam pembebasan…!!

(HNS)

Comments
Loading...