http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Pilkada 2018, Pers Berperan Aktif dan Profesional

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng)  – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), fenomena meningkatnya pemberitaan merupakan salah satu hal yang perlu disikapi bersama. Pemberitaan hoax ataupun pemberitaan benar akan sering dijumpai, ditambah lagi adanya kemajuan teknologi saat ini yang mana masyarakat dapat dengan mudah mengakses dan mendapatkan Informasi.

Dalam situasi yang demikian, Kalimantan Tengah yang akan melaksanakan Pilkada di 11 Kabupaten/Kota akan melaksanakan Pilkada serentak tahun 2018 nanti, fenomena tersebut dipandang perlu perhatian bersama, dimana kalangan Pers dapat menyamakan persepsi dalam menunjang pelaksanaan Pilkada yang demokratis.

Atas dasar itulah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalteng mengundang 100 orang lebih baik dari sejumlah partai politik, KPU Se Kalteng, wartawan, mahasiswa, OKP dan tokoh masyarakat dalam Diskusi Publik ” Pers dan Politik Pilkada 2018″ yang dilaksanakan, Senin (31/07) di Hotel Aquarius Kota Palangka Raya.

Ketua PWI Kalteng Sutransyah ketika diwawancarai menaranews.com menjelaskan, media massa saat ini banyak digiring untuk kepentingan tertentu dengan mengabaikan aturan yang ada seperti Undang-Undang 40 tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik 11 Pasal DABN 4 BAB.

“Kita akui adanya ketidaknetralan Pers dalam pemberitaan Pilkada. Oleh karenanya PWI luruskan makna netralitas pers di Pilkada. Kita juga menghimbau melalui forum diskusi ini agar pers benar-benar menulis dengan hati nuraninya, dan menyajikan pemberitaan yang betul-betul profesional,” jelas Sutransyah.

Ia juga menyampaikan, pemberitaan yang disampaikan tidak lepas dari adanya kepentingan-kepentingan politik di dalamnya. Namun demikian dirinya berkeinginan bagaimana pesta demokrasi yang dilaksanakan dapat berjalan dengan aman sukses dan lancar. Siapapun yang akan terpilih, ujarnya menambahkan, dapat diterima dengan lapang dada.

Di sisi lain, Ketua Komsisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalteng, Syar’i dalam forum diskusi menyampaikan, adanya penerbitan pemberitaan yang sifatnya tidak netral akan terseleksi dengan sendirinya seiring dengan waktu yang berjalan, kendati memerlukan proses yang cukup lama.

“Bahkan kita sempat berkeinginan, ketika pelaksanaan Pilkada ada perwakilan Dewan Pers di daerah sehingga kasus-kasus yang terjadi segera ditangani dengan cepat. Saya sampaikan, pernah mengalami pemberitaan yang tidak sesuai dengan Undang-Undang No.40 tahun 1999,” jelas Syar’i.

Namun demikian katanya lagi, klarifikasi yang disampaikan dari KPU Kalteng cepat direspon dan ditanggapi dan hal seperti inilah yang membuat dirinya sangat mengapresiasi pers di Kalteng. Pihaknya berharap kinerja media benar-benar profesional, dan ini kembali dengan niat dari wartawannya sendiri.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Sasongko Tedjo menambahkan, Fungsi Pers dalam pelaksanaan Pilkada harus betul-betul maksimal, dimana Pengawasan yang justru lebih ditekankan lagi seperti adanya kemungkinan terjadi politik uang dan semacamnya.

“Bahkan PWI tidak hanya berkontribusi terhadap pemberitaan saja, tapi kita sudah membentuk yang namanya Masyarakat Pemantau Pilkada, sehingga kita memiliki peran lebih dalam mengawal jalannya pelaksanaan Pesta Demokrasi.” ujar Sasongko.

Menurutnya, mengukur keberhasilan dan kualitas demokrasi tidak hanya dalam tahap proses, tapi hasil yang dicapai, seperti tingkat partisipasi dari keberhasilan. Oleh karenanya, keterlibatan pers sangat penting. Jika tidak, maka akan berpengaruh dengan hasil tingkat partisipasi.

“Salah satu fungsi pers yang memberikan pendidikan kepada masyarakat sesuai Undang-Undang, bagaimana memberikan edukasi atau pembelajaran kepada masyarakat terhadap pendidikan Politik yang baik,” tutupnya.(arli)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,381PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.