Percepatan Pembangunan, Irna Kembali Rotasi Puluhan Pejabatnya

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Bupati Pandeglang, Irna Narulita kembali melakukan rotasi terhadap puluhan pejabatnya. Kali ini sebanyak 24 pejabat eselon III dilingkungan Pemkab Pandeglang dirombak pada Jumat pagi (07/07/2017) di Oproom Setda Pandeglang. Ini adalah perombakan yang keenam kalinya, sejak Irna-Tanto memimpin Pandeglang pada April tahun lalu.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengklaim jika rotasi kali ini, merupakan kebutuhan organisasi guna mencapai target visi dan misinya sesuai rencana. Apalagi banyak jabatan dibeberapa instansi masih kosong, dampak dari adanya perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru yang bergulir awal tahun kemarin.

 

 

“Organisasi di Pemkab Pandeglang banyak sekali yang kosong. Ini tahun kedua ibu (Irna menyebut dirinya) dan pak Tanto, kami juga sudah sampaikan kepada mereka (pejabat) bahwa rotasi itu bagian dari amanahnya sebagai pilar kepercayaan pimpinan yang mesti dibayar dengan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan dan kerja kerasnya kami tunggu,” kata Irna.

 
Melihat masifnya bupati melakukan perombakan, nampak Irna belum menemukan formula susunan pejabat yang tepat untuk membantunya dalam mempercepat pembangunan di Pandeglang. Pasalnya, Irna menyebutkan bahwa dalam waktu dekat, dirinya pun akan kembali merotasi puluhan pejabat, yang kali ini diprediksi akan terjadi dikalangan esselon II.

“Mesin yang sangat membantu terwujudnya rumah sehat keluarga sejahtera, berangkat dari mesin kami yaitu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah)-nya. Ini tidak akan berhenti, karena ini adalah sebagai pola pembinaan karir dan terus berkelanjutan. Bisa jadi akan ada promosi lagi bulan depan, jabatan Sekda juga belum definitif dan banyak sekali yang kosong,” pungkasnya.

Oleh karenanya, ia menjamin bahwa setiap rotasi yang dilakukan, terbebas dari unsur politis dan kedekatan. Bupati wanita pertama di Pandeglang itu kembali menekankan kepada pejabatnya, agar bergerak cepat dalam mewujudkan pembangunan. Pasalnya, percepatan pembangunan dinilai sudah mendesak guna mensejahterakan masyarakat.

“Pertimbangan itu tentu saja dilihat dari segi teknis, objektif, memenuhi kiretria, syarat-syarat kompentensi dan sebagainya. Kami sangat ingin adanya percepatan, lompatan besar, maka dari itu mesin perubahannya dari mereka. Apalagi saat ini masyarakat sudah menunggu-nunggu outputnya, maka harus ada kinerja yang baik dari jajaran,” terangnya. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...