Penuntasan Kumuh Di Kapuas Terus Berlanjut

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Kegiatan penuntasan kumuh di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019 akan terus berlanjut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pembangunan Infrastruktur Permukiman Berbasis Masyarakat dari Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKP Kapuas, Heni Mariati, mengatakan, dengan terus berlanjutnya kegiatan penuntasan kumuh maka diharapkan Kapuas bisa tuntas kumuh pada tahun 2019.

“Sehingga perlu dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, karena kegiatan penuntasan kumuh adalah berbasis masyarakat. Dan kami berterima kasih kepada Pemkab Kapuas yang mendukung penuh kegiatan penuntasan kumuh di Kapuas,” ucapnya.

Terima kasih juga disampaikan Heni Mariati kepada legislatif yang turut serta mendukung penuntasan kumuh di kabupaten berjuluk Tinggang Menteng Panunjung Tarung ini. “Dengan harapan semua yang memiliki kepentingan dapat bersama menuntaskan kumuh sesuai target RPJMN 2019,” katanya.
Kegiatan penanganan kawasan permukiman kumuh di Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas dilaksanakan melalui program Neighborhood Upgrading and Shelter Project – Phase 2 (NUSP-2).

Program yang dilaksanakan melalui kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta ini di Kabupaten Kapuas direalisasikan di 8 kelurahan dan 2 desa di wilayah Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.

Perwakilan dari Derektorat Pengembangan Kawasan Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dedi Zubaidi, beberapa waktu lalu mengatakan, target RPJMN 2015-2019 mempunyai visi untuk mewujudkan kota yang bebas kumuh pada akhir tahun 2019.

Dengan adanya terget tersebut banyak program yang digulirkan pemerintah, salah satunya program NUSP yang diarahkan untuk mewujudkan target nasional kota bebas kumuh.

“Kita mempunyai target nasional 30.431 hektar kumuh di seluruh Indonesia dan di Kabupaten Kapuas sekitar 300 hektar yang akan kita bantu penyelesaian kumuhnya,” terang Dedi Zubaidi. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...