Pemkab Pandeglang Antisipasi Dampak Negatif Pariwisata

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pariwisata merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi perlu diantisipasi munculnya dampak dari pariwisata itu sendiri, misalnya penggunaan Minuman Keras (Miras) atau yang lainnya.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang untuk mencegah dampak negatif pariwisata agar muruah atau nama baik Kabupaten Pandeglang sebagai Kota Sejuta Santri Seribu Ulama tetap terjaga.

“Ya pasti madaratnya (kerugian, pen) ada. Tapi muruahnya ada, kita kota santri, kerja sama dengan MUI, sekarang ini sosialisasi ke Camat-camat di Buffer Zone nih, bahwa kita akan menjadi modern, peradaban semakin maju tapi kita ini sebagai kota santri, kota alim ulama, kita jaga kampung kita, jaga daerah kita supaya kondusif, ya tetap kita jaga tapi kita tetap harus masuk dong investor ke sini,” tegas Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Selain itu, untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, Pemkab Pandeglang mengajak masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan ramah terhadap pengunjung. “Budaya masyarakat buang sampah sembarangan, tidak ramah, dan sebagainya, kita ajak bersama-sama, sosialisasi supaya ramah terhadap tamu, kebersihan dijaga dengan baik,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Kantor Administrator Kawasan Ekonomo Khusus (KEK) Tanjung Lesung Joyce Irmawanti menuturkan, salah satu upaya untuk mengantisipasi dampak negatif pariwisata adalah dengan melarang adanya penggunaan miras secara terang-terangan atau di kalangan publik.

“Kami di Administrator tidak menerbitkan izin impor miras, itu upaya kami dari Pemda mencegah yang dikhawatirkan terjadi (keberadaan miras, pen),” pungkasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya kesulitan untuk melarang penggunaan miras jika sifatnya pribadi karena hal tersebut merupakan privasi seseorang, hal tersebut tidak hanya terjadi di KEK Tanjung Lesung, tapi di setiap lokasi pariwisata.

“Selama sifatnya individu, tidak di zona bebas, itu tidak bisa kita larang karena hak privasi, pariwisata di semua daerah seperti itu, asal tidak memfasilitasi kemudahan mengimpor miras, itu sangat kami jaga. Kita tidak ingin KEK menjadi pintu masuk miras, tapi juga tidak menafikan privasi dari wisatawan terutama wisatawan asing,” tandas Joyce.

Comments
Loading...