Pembangunan Pasar Pulung Akan Segera Dilaksanakan

MENARAnews,  PemTubaba (Lampung) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba) akan segera melakukan sosialisasi kepada para pedagang Pasar Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Hal ini menyusul rencana akan segera dilaksanakannya pembangunan pasar tersebut menjadi pasar moderen yang akan dimulai pada Agustus mendatang.

Syakib Arsalan, SE, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Tubaba menjelaskan, sosialisasi yang akan dilakukan tersebut merupakan salah satu keputusan Rapat Persiapan Pembangunan Pasar Pulung Kencana yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati, Selasa (18/7) kemarin. Menurutnya, sosialisasi harus dilakukan untuk memberitahu kepada pedagang dan masyarakat secara formal bahwa pasar Pulung Kencana akan dibangun.

“Sosialisasi akan dilakukan sebelum Agustus.Termasuk memberitahukan untuk sementara mereka akan dipindahkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS), yakni di Lapangan Pulung Kencana yang lokasinya berada diseberang pasar tersebut,”ungkapnya yang juga sebagai Wakil Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi pada Tim Pembangunan Pasar Pulung Kencana tingkat kabupaten ini saat dihubungi seusai rapat, kemarin.

Mengenai TPS, lanjutnya, pihaknya optimis lapangan tersebut cukup untuk menampung seluruh pedagang, mulai dari toko, kios, hingga hamparan.”Total ada sekitar 600 unit yang akan disediakan, dengan ukuran bervariasi yakni 4×5 meter, 2×2 meter, dan 1,5×1,5 meter. Setelah kita hitung-hitung tadi diperkirakan cukup untuk semua pedagang. Semua pedagang akan direlokasi, karena lokasi pembangunan harus bersih agar aktifitas pembangunan lancar dan tidak ada gangguan,”terangnya.

Selain mengenai sosialisasi, kata dia, pada rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Fauzi Hasan, SE, MM tersebut, dihadiri oleh Kepalo Tiyuh Pulung Kencana dan perwakilan Camat tersebut dibahas juga mengenai Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepakatan antara Pemkab Tubaba dengan Pemerintah Tiyuh Pulung Kencana tentang sistem bagi hasil pendapatan dari pasar itu nantinya.”Mengenai MoU masih akan disusun poin-poinnya, yang jelas fokus pada sistem bagi hasil. Nantinya Bagian Hukum, Diskoperindag, dan BPKAD yang akan menetapkan bentuk dan sistem bagi hasilnya. Secepatnya MoU juga akan diselesaikan, karena setelah ada kesepakatan maka pemkab sudah bisa melakukan pembangunan,”bebernya.

Disinggung mengenai anggaran dana yang dialokasikan untuk pembangunan, Syakib mengungkapkan, pembangunan pasar tersebut akan menggunakan dana APBD, dimana pembangunan akan dilaksanakan selama tiga periode.”Total anggarannya direncanakan sekitar Rp80 miliar selama tiga tahun atau  tiga periode. Untuk tahap pertama (2017) belum  dirinci karena terkait dengan kebutuhan tekhnik konstruksi, sebab konstruksinya tidak bisa berpisah-pisah walaupun dilaksanakan tiga tahun, nanti Dinas PU yang menetapkan anggaran untuk setiap tahunnya. Yang jelas, peletakan batu pertama kemungkinan Agustus sudah dilasanakan, “pungkasnya. (JE/RZ)

Comments
Loading...