Operasi Ramadniya 2017 Berakhir, Polres Bukittinggi Jaring 198 Pelanggar

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Operasi Ramadniya 2017 yang dilaksanakan Polres Bukittinggi telah berakhir pada 4 Juli 2017. Selama 16 hari operasi, Polisi berhasil menjaring 198 pelanggar lalu lintas. Selain itu, Polisi juga memberikan peringatan berupa teguran kepada 104 pelanggar lalu lintas.

Seperti diketahui bahwa Polres Bukittinggi beserta seluruh jajaran yang dibantu Dishub, PMI, Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya menyelenggarakan operasi kepolisian terpusat dengan sandi Ramadniya 2017 dan digelar mulai tanggal 19 Juni 2017 sampai dengan 4 Juli 2017. Adapun operasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan situasi yang kondusif agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 H khususnya yang ada di wilayah hukum Polres Bukittinggi

Kasat Lantas Polres Bukittinggi, AKP Sukur Hendri Saputra melalui KBO, Iptu Dedi Kurnia saat dikonfirmasi (5/7) merinci bahwa selama Operasi Ramadniya berajalan, jumlah kecelakaan lalu lintas sekitar 1 orang dan meninggal dunia.

Menurut Iptu Dedi Kurnia, jumlah kerugian material sekitar Rp 3,5 juta. Operasi berjalan aman, tertib dan kondusif. Pihaknya menambahkan bahwa jenis pelanggaran yang sering dilakukan adalah tidak adanya kesadaran warga dalam menggunakan helm. Selain itu, terdapat beberapa lokasi yang sering terjadi pelanggaran, antara lain Jl. Nasional, Jl. Provinsi dan Jl. Kab./Kota.

“Ada 5 jenis pelanggaran selama operasi Ramadniya 2017 berlangsung, yaitu terkait kecepatan kendaraan, penggunaan helm, boncengan melebihi 1 orang, melawan arus dan kelengkapan surat-surat. Dari beberapa jenis pelanggaran tersebut, dominan adalah tentang kesadaran pengguna jalan untuk memakai helm. Tercatat sebanyak 95 pelanggaran karena tidak menggunakan helm, sisanya 3 orang melakukan pelanggaran kecepatan, 22 orang karena boncengan lebih dari 1 orang, 26 orang melawan arus dan 49 orang karena kurangnya kelengkapan surat-surat,” tuturnya.

Dikatakan Iptu Dedi Kurnia, dalam suasana arus mudik dan arus balik pada lebaran tahun ini angka Lakalantas menurun atau hanya ada Laka tidak signifikan di banding tahun sebelumnya. Selain itu mesikipun ada beberapa titik kemacetan namun personil lantas tetap melaksanakan penguraian dan pengalihan arus sehingga kemacetan bisa terurai dengan cepat.

Sementara itu, pihaknya juga menambahkan walaupun Operasi Ramadniya 2017 berjalan lancar, aman dan tertib, tetapi masih terdapat kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Kendala-kendala tersebut timbul karena kurang sadarnya pengguna jalan dalam berlalu lintas dan fasilitas jalan yang tidak lagi cukup menampung tingginya volume kendaraan.

“Memang terdapat kendala yang dihadapi personil di lapangan, seperti belum sadar dan patuh berlalu lintas masyarakat khususnya pendatang yang berkunjung ke Kota Bukittinggi dalam memakirkan kendaraaannya serta fasilitas jalan yang sudah tidak dapat menampung begitu tinggi volume kendaraan masuk ke kota Bukittinggi. Seperti fasilitas area parkir dan petunjuk parkir sehingga muncul parkir liar. Hal tersebut menyulitkan personil lalu lintas dlm mengatur lalin,” tutupnya. (AD)

Comments
Loading...