Portal Berita Online Indonesia

Nasabah BJB Pandeglang Bisa Bayar Pajak Via Online

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Bank BJB sebagai badan publik mengoptimalisasikan teknologi informasi untuk memudahkan pelayanan bagi para Wajib Pajak (WP) dalam memenuhi kewajibannya. Atas dasar hal tersebut, BJB meluncurkan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan dan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui sistem online.

“Aplikasi sistem informasi online PBB-P2 V-Tax disamping dapat memudahkan dalam pembayaran PBB-P2, juga sebagai upaya transparansi birokrasi bidang perpajakan,” ungkap Bupati Pandeglang Irna Narulita saat menyampaikan sambutannya pada Rapat Koordinasi Optimalisasi Penerimaan PBB-P2 Dan Launching Pembayaran PBB-P2 Sistem Online Bjb Kabupaten Pandeglang di salah satu hotel di Pandeglang, (31/07/2017).

 

Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat, lanjut Irna, kebijakan yang diambil adalah memberlakukan seluruh pembayaran secara non tunai.

“Optimalisasi tata kelola perpajakan yang dapat mengintegrasikan proses bisnis pengelolaan administrasi PBB-P2 yang meliputi pendaftaraan, pendataan, penilaian, penerimaan, penetapan, penagihan dan keberatan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Pandeglang, Utuy Setiadi menuturkan, selain memberi kemudahan bagi WP dalam membayar pajak, metode online ini dilakukan juga untuk menunjukkan bukti ketransparanan BP2D dalam mengelola pajak.

“Kesadaran WP timbul manakala pengelola itu dianggap baik. Maka dengan metode online ini, salah satu bentuk transparan, juga untuk memberi kemudahan WP untuk menunaikan kewajibannya. Karena melalui pembayaran online, WP juga bisa mengetahui nilai tagihan pajak,” ungkapnya.

Hanya saja, Utuy menjelaskan, pihaknya belum menghitung potensi pajak khusus PBB-P2. Penghitungan itu akan dilakukan setelah BP2D menyelesaikan kajian tentang Zona Nilai Tanah (ZNT).

“Kalau PBB-P2 belum kami hitung, karena nanti akan dihitung secara khusus setelah kami melakukan kajian tentang ZNT. Nanti hasil kajian itu dipublikasikan ke masyarakat untuk sosialisasi,” sebut mantan ASDA I itu.

Meski telah meluncurkan pembayaran secara online, tapi BP2D menegaskan akan tetap melakukan upaya persuasif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak.

“Kami melakukan secara transparan demi mengurangi kemungkinan kebocoran dan tata kelola perpajakan yang harus dibenahi,” tandas Utuy. (IY)