Momentum KBN 2017, Palangka Raya Akan Tunjukkan Kesiapan Jadi Ibukota Negara

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Wakil Walikota Palangka Raya, Ir. Mofit Saptono Subagio mengatakan, salah satu momentum penting untuk dimanfaatkan dalam memberikan gambaran kesiapan Kota Palangka Raya menuju Ibukota Indonesia, salah satunya akan dilakukan melalui event Kemah Budaya Nasional (KBN) 2017 yang digelar di Kota Palangka Raya pada 17 Juli ini.

Menurut dia, peserta dari 34 provisi yang berisikan generasi penerus bangsa akan datang ke Kota Palangka Raya. tentunya melalui momentum KBN semua mata akan tertuju memandang Palangka Raya, apakah layak atau tidaknya menjadi Ibukota Indonesia.

“KBN Menjadi media, dimana kita akan menerima lebih dari 1.000 orang tamu, yang berisikan anak-anak penerus yang memiliki spirit membangun bangsa. Jadi KBN ini merupakan corong untuk menyampaikan ke banyak pihak bagaimana Kota Palangka Raya itu sebenarnya,” ujarnya.

Kesempatan itu lanjut Mofit akan dinilai, tetapi tentunya harus dibarengi dengan banyak hal yang menyangkut kesiapan, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat, terutama menunjukan sikap keramahtamahan dan kesiapan lainnya.

“Disini tentu akan ada penilaian, bagaimana Palangka Raya itu kedepan dan akan datang,” cetusnya menambahkan.

Pun demikian tambah dia, berbicara soal pemindahan Ibukota Indonesia, bukan diartikan atau dilihat, esok atau lusa selesai dibangun lalu pindahkan. Akan tetapi juga tentang bagaimana perencanaan yang dilakukan secara matang. Lalu ketika itu semua telah diputuskan maka akan ada masa pembangunannya. Kemudian setelah masa pembangunannya yang telah disesuaikan dengan garis perencanaan, maka pembahasannya tidak hanya sekedar puluhan tahun atau ratusan tahun, akan tetapi membahas untuk satu dan dua abad mendatang.

“Jadi yang perlu diingat pula, kalau bicara pemindahan ibukota negara, tentunya menyangkut banyak problem dan memerlukan banyak pikiran anak negeri. Nah, kalau momentum KBN hanya menjadi  bagian dari sarana promosi semata atau untuk memperlihatkan kepada seluruh halayak, Palangka Raya itu bagaimana, terutama  ketika orang mengaitkan dengan pemindahan ibukota yang digaungkan selama ini,” tutur Mofit.

Ditambahkan dia, bila semua  rakyat Indonesia sudah paham perlunya memindahkan ibukota ke tempat yang lebih kondusif dan tepat daripada Palangka Raya, hal itu sah-sah saja. Namun jika pilihan jatuh ke Palangka Raya tentu sudah melalui alasan yang tepat dan akan dipersiapkan sebaik-bainya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...