Minim Penyuluh, Produksi Budidaya Ikan di Palangka Raya Justru Meningkat

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Tenaga penyuluh, terutama penyuluh di bidang perikanan pada Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya saat ini masih kurang dari jumlah seharusnya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Lensi Asi, bahwa saat ini pihaknya baru memiliki tiga ASN yang bertugas sebagai penyuluh perikanan sehingga jumlah ini dinilai perlu ada penambahan.

“Kita masih memerlukan tambahan tenaga penyuluh perikanan. Saat ini kami baru memiliki tiga ASN penyuluh perikanan yang ditambah dua penyuluh PTT provinsi sehingga totalnya kita baru ada lima penyuluh,” kata Lensi, Jumat (070/7) di Palangka Raya.

Dikatakan, jumlah tersebut ini dinilai masih belum ideal mengingat jumlah pembudidaya setiap tahun terus meningkat.

Selain itu, luas wilayah yang Kota Palangka Raya ditambah akses ke beberapa wilayah yang sulit dijangkau membuat ruang gerak penyuluh terbatas.

“Dengan keadaan ini sementara kita menerapkan satu kecamatan satu penyuluh. Untuk mengoptimalkan kinerja, terkadang para penyuluh juga melayani pertanyaan dan konsultasi masyarakat melalui telepon atau pesan singkat,” katanya.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya memaksimalkan kinerja para penyuluh perikanan bidang budidaya. Dia juga menilai upaya tersebut menunjukkan hasil positif.

Keadaan ini terbukti dengan jumlah produksi ikan budidaya yang dilakukan tiga cara, yakni kolam, karamba dan karamba jaring apung (KJA) untuk wilayah “Kota Cantik” Palangka Raya setiap tahunnya.

Dari data, hasil Produksi ikan pada 2013 tercatat 8.411,15 ton, pada 2014 tercatat sebanyak 9.203,65 ton, pada 2015 lalu pihaknya menargetkan produksi ikan budidaya sebanyak 9.670,60 ton.

Sementara itu, pada 2016 ditargetkan produksi ikan naik 30 persen dari hasil produksi tahun sebelumnya. Selanjutnya, pada triwulan pertama 2017 produksi ikan budidaya mencapai 2.388 ton lebih.

“Artinya Hasil produksi ikan budidaya ini setiap tahun terus meningkat seiring dengan semakin berminatnya masyarakat untuk menjadi pembudidaya. Untuk itu, kami terus meminta para penyuluh ini dapat berinovasi sehingga jumlah pembudidaya dan hasil produksinya terus meningkat,” tutupnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...