Mendikbud RI : Peran Aktif Keluarga Bentuk Karakter Anak Hebat

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Peraturan Menteri Pendidikan dan Kabudayaan (Pemendibud) Nomor 23 Tahun 2017 bertujuan dalam rangka melibatkan peran serta orang tua atau keluarga untuk turut serta dalam mendidik anak yang memiliki karakter hebat dan kuat.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia Muhadjir Effendy pada kegiatan upacara Apel Anak Cerdas Berkarakter di SMPN 2 Kota Palangka Raya yang dihadiri perwakilan Sekolah mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA se Kota Palangka Raya, Senin (17/07).

Peremdikbud Nomor 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah mengatur libur sekolah dua hari dalam satu pekan yakni hari Sabtu dan Minggu, dimana kedua hari libur tersebut memberikan waktu yang cukup kepada keluarga untuk saling berinteraksi dalam rangka berperan aktif dalam mendidik karakter anaknya.

Sementara untuk waktu pelajaran sendiri dilaksanakan di sekolah sejak hari Senin sampai dengan Jum’at dengan waktu dengan akumulasi waktu selama 40 jam kerja, atau 8 jam belajar selama sehari.

“Saya tegaskan, Pendidikan Berkarakter program Pendidikan Anak Cerdas Berkarakter bertujuan bagaimana merevitalisasi dan merefungsionalisi Tri Pusat Pendidikan yaitu Pelajar, Sekolah dan Masyarakat untuk berperan serta dalam menanamkan budi pekerti yang baik, ahlakulkarimah, dan karakter kuat,” jelas Muhajir Ependi.

Dengan demikian lanjutnya lagi, dapat melahirkan anak yang cerdas dan memiliki karakter kuat untuk menyongsong Indonesia yang lebih baik lagi. Dia juga berkeinginan agar tenaga pengajar di sekolah diharapkan mampu mendeteksi kemampuan setiap siswa dengan menciptakan kegiatan belajar yang dinamis, dan kreatif.

Hal tersebut dapat dimaksudkan, guru dapat lebih maksimal dan intensif lagi dalam mendidik siswa. Yang mana Guru diatur untuk terus menerus mendampingi para siswanya dalam jam belajar, baik ketika para siswa berada di sekolah, di dalam kelas, maupun siswa belajar di luar sekolah bersama masyarakat.

“Serta ketika para siswanya belajar di dalam ruang lingkup keluarga, masyarakat diberikan ruang yang cukup luas untuk berperan aktif dalam hal pendidikan. Masyarakat juga dapat bekerjasama dengan Komite Sekolah berdasarkan Permendikbud No. 75 Tahun 2016 untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia,” tutupnya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...