Mendikbud Dukung Ibu Kota Pindah ke Palangka Raya

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Ada pernyataan  yang menarik disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat  datang ke Kota Palangka Raya, dimana ia melontarkan  kembali tentang wacana pemindahan ibu kota negara ke Kota Palangka Raya Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah

“Mari kita dukung sekaligus berdoa, semoga Palangka Raya menjadi kota serta wilayah pilihan  terhadap  rencana pemindahan ibu kota pemerintahan dari Jakarta,”beber Muhadjir, saat membuka Kemah Budaya Nasional (KBN) ke VIII tahun 2017, Senin (17/7). di lokasi Bumi Perkemahan Kambaraiat Tuah Pahoe Kelurahan Sabaru Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah.

Menurut Mendikbud, saat ini  wacana pemindahan ibu kota memang menjadi salah satu yang dibicarakan pada pemerintahan atas. Apabila memang dipindahkan maka sudah barang tentu, pilihannya diluar pulau Jawa, salah satunya yang ada di Kalimantan.

“Kota Palangka Raya menjadi salah satu wilayah yang masuk nominasi untuk hal itu, dan peluang menjadi Ibu Kota pemerintahan cukup besar dibanding daerah lainnya,”ujar dia.

Para generasi muda lanjut dia, berkesempatan untuk melihat peluang tersebut, termasuk gerakan pramuka yang saat ini sedang mengadakan kemah Budaya Nasional.

“Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila sangat relevan menggambarkan wilayah Provinsi Kalteng yang menjunjung keberagaman. Begitupula keberagaman seni budaya adat istiadat serta kesukuan telah menyatu dan terjaga dengan baik.  Kita dapat menggali hal ini di Palangka Raya,”ucap Muhadjir di hadapan hadirin dan peserta KBN ketika itu.

Ia mengatakan kondusifitas daerah serta tata letak geografis yang strategis tentu memungkinkan Palangka Raya dapat menjadi Ibu kota pemerintahan.

“Sekali lagi kita mendoa kan nantinya Palangka Raya menjadi ibu Kota pemerintahan Republik Indonesia bisa terwujud, seiring dengan pertumbuhan ekonomi, pembangunan maupun tingginya mutu dan kualitas ilmu pengetahuan,”ucapnya.

Sementara itu jauh sebelumnya Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio mengatakan, event KBN menjadi salah satu momentum penting untuk dimanfaatkan dalam memberikan gambaran kesiapan Kota Palangka Raya menuju ibukota Indonesia itu.

“Oranglah yang akan menilai bagaimana Kota Palangka Raya itu sebenarnya,”cetusnya.

Pun demikian, tentunya disisi lain harus dibarengi dengan banyak hal yang menyangkut kesiapan, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat, terutama menunjukan sikap keramahtamahan dan kesiapan lainnya.

“Disini tentu akan ada penilaian, bagaimana Palangka Raya itu kedepan dan akan datang,”ucapnya menambahkan.

Dikatakan, berbicara soal pemindahan ibukota Indonesia, bukan diartikan atau dilihat, esok atau lusa selesai dibangun lalu pindahkan. Akan tetapi bicaranya bagimana perencanaan yang dilakukan secara matang. Lalu ketika itu semua telah diputuskan maka akan ada masa pembangunannya. Kemudian setelah masa pembangunannya yang telah disesuaikan dengan garis perencanaan, maka bicaranya tidak hanya puluhan tahun atau ratusan tahun, akan tetapi untuk satu dan  dua abad mendatang.(AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...