Legislator : Perlu Perda Tentang SDA Untuk Dongkrak PAD Kalteng

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kalteng memiliki potensi sumber daya alam bahkan yang terlihat paling menonjol yakni pada sektor perkebunan dan pertambangan, sehingga diharapkan hal tersebut mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kendati demikian, khususnya pada sektor perkebunan dan pertambangan, sampai dengan saat ini dianggap masih belum mampu mendorong PAD Kalteng secara maksimal.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kalteng, Yansen Binti, saat dibincangi, Rabu (05/07) di Palangka Raya.

“Hasil kaji banding kami ke Palembang, Sumatera Selatan kemarin, di sana pihak Pemerintahnya telah memiliki Peraturan Daerah (Perda), dimana Perda tersebut mengatur PAD yang dihasilkan oleh sumber daya alam, seperti sektor perkebunan dan pertambangan yang dikelola oleh perusahaan,” ujar Yansen.

Lanjutnya, Perusahaan yang telah membantu Pendongkrakan PAD disana adalah PT. Bukit Asam, dimana perusahaan tersebut menyumbang PAD secara keseluruhan dari jasa pengawasan sebesar Rp.582 Milyar dalam satu tahun.

Dirinya juga mengungkapkan, apabila sumber PAD melalui hasil alam telah diperdakan, berarti hal tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Namun dengan adanya aturan tersebut, ditambah dengan pengawasan yang baik, dipastikan akan mendongkrak PAD kedepanya.

“Pembentukan Perda seperti yang diterapkan oleh pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, juga perlu dibentuk di Provinsi Kalteng, dan nantinya Perda tesebutlah yang dimungkinkan akan bisa meningkatkan Pendapatan Daerah melalui sektor pertambangan khususnya Batu Bara,” tutupnya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...