Kurang Lebih 700 Musisi Cilik Kecapi Palangka Raya Pecahkan Rekor

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Dalam pembukaan Kemah Budaya Nasional dan sekaligus Hut Kota Palangka Raya yang ke-60, sebanyak 700 an musisi kecapi yang terdiri dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) menampilkan kebolehannya dalam pembukaan KBN.

Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah kota Palangka Raya bersama Pemerintah Provinsi Kalteng dalam mengembangkan kebudayaan dan terus melestarikannya melalui generasi penerus sejak dini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Hj Norma Hikmah, mengatakan bahwa dalam pembukaan KBN akan ada upaya pemecahan rekor, yaitu memainkan kecapi terbanyak secara bersamaan.

“Hal itu nantinya akan berkoordinasi dengan seluruh sanggar yang ada di kota Palangka Raya, tidak lupa juga meminta dukungan kepada pihak pemerintah Provinsi melalui dinas terkait,” jelasnya.

Dirinya juga berharap ke depan seni dan budaya yang ada di Palangka Raya dan Kalteng Pada umumnya mampu dikenal masyarakat luas dan terus lestari.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalteng, Guntur Talajan, yang hadir pada acara KBN dan Menyaksikan kolosal bermain kecapi tersebut sangat bangga dan mengapresiasi para musisi cilik tersebut.

“Ini adalah salah satu bentuk pelestarian kesenian daerah melalui generasi muda, sehingga ke depan seni dan budaya Kalteng terus terjaga,” ucapnya ketika diwawancara usai pembukaan KBN, Senin (17/7).

Dia juga menjelaskan, pemerintah provinsi melalui Dinas Pariwisata, sudah mewajibkan setiap sekolah untuk memasukkan mata pelajaran kesenian, untuk menjaga kelestariannya.

“Dalam kurikulum ada pelajaran Muatan Lokal (Mulok) dalam mata pelajaran itu kita wajibkan sekolah untuk mengajarkan kesenian dan budaya seperti tari dan juga bermain kecapi,” pungkasnya.

Dirinya juga berharap, Kepada pengrajin Kecapi untuk terus berinovasi dalam membuat kecapi, sehingga nantinta kecapi bisa menajdi salah satu cindra mata atau souvenir khas Kalteng,” harapnya.(AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...