KPU Kota Proaktif Lakukan Validasi Data Pemilih

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Persoalan pemutakhiran data pemilih yang belum sepenuhnya terakomodir dengan baik pada setiap perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) kerap berpengaruh. Baik  pada hak pilih warga, terjadinya golput maupun kecurangan Pilkada.

Menyikapi hal tersebutlah mendorong  pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya untuk  secara proaktif lebih awal melakukan penyusunan data pemilih.

“Kami akan mengerahkan semua kemampuan yang ada  dalam menyusun daftar pemilih, dengan melakukan validitas pemuktahiran data  secara menyeluruh,”ungkap Ketua KPU Kota Palangka Raya Eko Riady, Selasa (18/7).

Menurut Eko, untuk mendukung agar data pemilih benar-benar valid, tentu perlu mendapat dukungan dari semua pihak, baik pihak Pemerintah Kota Palangka Raya  bahkan kalangan legilstif DPRD sekalipun.

“Kami baru berkonsultasi serta menerima masukan dari  pihak DPRD Kota Palangka Raya, dimana mereka (anggota dewan), telah melakukan studi banding ke Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari studi banding itu, didapati bahwa Kabupaten Malang cukup minim permasalahan dalam pelaksanaan Pilkada, terutama terkait dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Masukan ini yang ingin kita coba ikuti dan disingkronkan lebih lanjut,”bebernya.

Harus diakui lanjut Eko, persoalan tentang validasi data pemilih  pada perhelatan  Pilkada kerap menjadi isu sentral yang dibahas dan mendapat sorotan. Sehingga agar tidak ada permasalahan dikemudian hari perlu dilakukan lebih awal untuk memvalidasi data secara akurat dan terperinci

Sementara salah satu yang penting diperhatikan adalah validasi data melalui rekaman kartu tanda penduduk elektronik (e- KTP) yang sangat diperlukan guna validasi data pemilih. Sebab bila ada suara warga yang tercecer karena tidak bisa menyalurkan suara di Pilkada, tentu dapat menjadi masalah yang merugikan banyak pihak.

Maka karena itu kata Eko,  terkait e-KTP tentu harus divalidasi lagi dengan pihak Pemko Palangka Raya dalam hal ini melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk memperoleh data terkait jumlah data penduduk terutama yang berkaitan dengan  penambahan penduduk di Palangka Raya.

“Hal ini sangat diseriusi. Bahkan kita mulai meminta setiap RT pada setiap kelurahan untuk dapat memberikan data-data pemilih, terutama data warganya yang sudah meninggal dunia, sehingga tidak lagi muncul namanya pada DPT. Bahkan tidak hanya itu, data dari pengelola makam-makam sekalipun, kapan perlu dilakukan kerja sama. Bila itu dapat dilakukan, baru kemudian dicocokan dengan data terbaru dari pihak Disdukcapil,”cetusnya.

Disebutkan Eko, data terbaru dari pihak Disdukcapil sangat penting,terutama bagi masyarakat yang telah melakukan perekaman  e-KTP , walaupun hanya mengantongi suker (surat keterangan).

“Karena itu bagi yang sudah mengantongi e-KTP atau suker, tentu sudah memiliki kewajiban hak untuk memilih. Kami harap pihak terkait juga proaktif untuk membantu KPU dalam hal validasi data pemilih  sampai didapat data pemilih tetap yang dapat dipertanggungjawabkan  kelak,”pungkas Eko.

(AF)Editor: Hidayat

Comments
Loading...