Korupsi Bank Sumut, Dua Terdakwa Dituntut 7 Tahun Penjara

MENARAnews, Medan (Sumut) – Dua terdakwa kasus korupsi Bank Sumut dituntut dengan hukuman penjara selama tujuh tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Keduanya adalah Mantan Kepala Divisi Umum PT Bank Sumut Irwan Pulungan dan mantan Pelaksana Jabatan Divisi Umum PT Bank Sumut periode 2013 Zulkarnain. Keduanya hanya menundukkan kepala selama persidangan.

Kedua terdakwa terbukti bersalah atas kasus korupsi pengadaan sewa mobil dinas sebanyak 294 unit.

“Menuntut, meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara atas terdakwa Irwan Pulungan  agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun,” ucap JPU‎ Henry Sipahutar dihadapan majelis hakim yang diketuai Sri Wahyuni SH dan terhadap terdakwa Zulkarnain dihadapan majelis hakim yang diketuai Achmad Sayuti secara terpisah di PN Medan.

Dalam dakwaannya, keduanya terbukti bersalah melanggar pasal 2 UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHPidana.

Selain kurungan, terdakwa juga dikenakan enda sebesar Rp200 juta dan subsider enam bulan kurungan. Namun, JPU mengatakan, kalau keduanya tidak dibebani lagi dengan uang pengganti atas kerugian negara sebesar Rp10 miliar. Mereka dinilai tidak menikmati uang tersebut.

“Uang pengganti akan dibebankan kepada tersangka Haltatif selaku Direktur CV Surya Pratama sebagai pemenang tender,” tutur Henry.

Usai mendengar surat tuntutan, tim kuasa hukum para masing-masing terdakwa akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada sidang yang digelar pada pekan depan.

Diketahui, Pengadilan Tipikor Medan sebelumnya telah menjatuhi hukuman terhadap  dua terpidana dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mobil itu yakni mantan Direktur Operasional (Dirops) PT Bank Sumut, Muhammad Yahya dan M Jefri Sitindaon selaku mantan Asisten III Divisi Umum Bank Sumut, masing-masing selama dua tahun enam bulan penjara.

Sementara terdakwa Irwan Pulungan, Zulkarnain dan Haltatif melarikan diri dan berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Akhirnya Irwan menyerahkan diri dan Zulkarnain berhasil ditangkap.

Lalu keduanya disidangkan, sementara Haltatif hingga kini belum tertangkap. Dari hasil penyidikan tim pidsus Kejatisu, atas perbuatan kelima pelaku tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp 10,8 miliar.

Comments
Loading...