Ketergantungan Kebutuhan Pokok Kalteng Dari Luar Daerah Capai 70 Persen

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kemandirian untuk menyediakan kebutuhan bahan pokok menjadi kendala yang dihadapi Pemprov Kalteng, yang mana saat ini angka ketergantungan ketersedian atau pasokan kebutuhan pokok dari luar wilayah masih sangat tinggi.

Bahkan tingkat ketergantungan akan hal tersebut, dapat dikatakan berkisar di angka 60-70 persen, sehingga hal tersebutlah yang menjadi faktor mempengaruhi tinggi dan rendahnya harga, selain dari mata rantai jalur distribusi yang cukup panjang.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Provinsi Kalteng melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian terus memberikan rangsangan terhadap pelaku usaha untuk meningkatkan kemandirian terhadap penyedian kebutuhan pokok di Kalteng.

“Kita akan terus melakukan usaha memperpendek jalur distribusi kebutuhan pokok, sehingga tidak mempengaruhi harga. Tentunya dengan cara mendorong pengusaha di Kalteng untuk memperluas lagi jenis usahanya,” Ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng, M. Katma F. Dirun, Selasa (11/07) di Palangka Raya.

Bahkan ke depan Pemerintah Daerah sendiri melalui Instansi-Instansi akan mendorong pengusaha yang ada menjadi pengusaha import, dengan maksud agar Kalteng sendiri kedepannya tidak tergantung dengan pengusaha yang ada di luar Daerah.

Salah satu contoh yang sering terjadi, lanjutnya menjelaskan, kekurangan Bawang Putih, atau kekurangan Daging misalnya. Jika Kalteng sendiri memiliki pengusaha Impor kedua komoditi tersebut, sudah barang tentu, Kalteng sendiri tidak bergantung lagi dengan pengusaha-pengusaha di luar Kalteng untuk memenuhi ketersedian bahan pokok masyarakat.

“Pengendalian harga komoditi tidak lepas dari campur tangan dari Pemerintah. Menjamin ketersedian bahan pokok masyarakat merupakan tugas dan tanggungjawab Pemerintah,” tegasnya.(arli)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...