Kerugian Negara Proyek Fakultas Kedokteran UPR Rp.1 Miliar Lebih Dikembalikan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pengembalian kerugian negara atas dugaan kasus tindak pidana korupsi proyek pengurukan pembangunan gedung Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya tahun 2012-2013, kembali diserahkan ke Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng, Rabu (19/07).

Rekanan yang diduga terseret dalam kasus tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.1,9 Miliar ini yakni CV. Saiputra Persada, CV. Bintang Maharani, CV. Kaladan Jaya, CV. Berkat Prakarya Utama dan CV. Budi Mulia Jaya

Koordinator Penyidik Tindak Pidana Korupsi Zet Todung Allo usai melakukan penghitungan kerugian negara menjelaskan, pengembalian kerugian negara oleh rekanan atau kontraktor Ini dilakukan secara sadar dan inisiatif dari rekanan.

“Sebelumnya rekanan juga sudah mengembalikan uang kerugian negara ke kita sebesar Rp.774.150.000. Dan uang kerugian negara kembali diserahkan hari ini sebesar Rp.260.500.000, jadi totalnya sebesar Rp.1.034.650.000” jelas Zet Todung Allo.

Terseretnya beberapa rekanan dalam kasus proyek pengurukan pembangunan gedung Fakultas Kedokteran UPR berdasarkan pengembangan dari penyidikan atas kasus pidana korupsi yang dilakukan oknum salah satu Dosen Fakultas Teknik UPR, Yoga Restanto.

Ketika disinggung terkait sisa uang yang belum diserahkan, mengingat pengembalian kerugian masih belum sepenuhnya diserahkan sesuai dengan kerugian Negara yang tercatat yakni Rp.1,9 Miliar.

“Sebelumnya Satuan Pemeriksa Internal (SPI) Universitas Palangka Raya mengindikasi adanya kerugian negara, serta mengembalikan uang kerugian ke kita belum lama ini sekitar Rp.600.000.000,” paparnya menambakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran pengerjaan pengerukan pembangunan sejumlah gedung di Fakultas Kedokteran, bersumber dari dana hibah 11 Kabupaten masing-masing Rp.500.000.000 di tahun 2011-2013, guna mendukung pelaksanaan perkuliahan.

Kasus ini sebelumnya juga sudah menyeret mantan Rektor Universitas Palangka Raya Hendry Singaraca ke meja pesakitan, dan saat ini masih berproses. Adapun total kerugian dari beberapa proyek kegiatan pembangunan dalam kasus tersebut sekitar Rp.7,9 Miliar.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...