Kerugian Materi Selama Operasi Ramadniya Turun 46 Persen

MENARAnews, Kota Serang (Banten) – Kerugian materi akibat kecelakaan selama diberlakukannya Operasi Ramadniya di Banten tahun 2017 turun sebesar 46 persen. Kepolisian Daerah Banten melansir, tahun 2017 kerugian akibat kecelakaan lalu lintas hanya senilai Rp 275.6 juta. Padahal tahun lalu, angkanya mencapai Rp 506.7 juta.

Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo menuturkan, kerugian paling besar terjadi diwilayah Ditlantas Tol yang mencapai Rp20 juta. Disusul oleh kecelakaan yang terjadi diwilayah hukum Polres Serang, yakni sebesar Rp11.2 juta.

“Jika dilihat dari lokasi kejadian, paling banyak terjadi disepanjang jalan nasional, yang mencapai 32 kasus dan jalan provinsi sebanyak 8 kasus,” sebutnya, Kamis (06/07/2017).

Selain nilai materi, angka kecelakaan di Banten selama musim mudik 2017 juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dimana tahun ini, kasus kecelakaan di sejumlah lokasi di Banten hanya sebanyak 50 kasus. Sementara tahun lalu, tercatat sebanyak 80 kasus.

“Hal ini juga berpengaruh terhadap angka kematian pengendara yang turun sebesar 48 persen. Karena tahun ini hanya ada 16 korban kecelakaan yang kehilangan nyawa. Sedangkan tahun lalu jumlahnya 31 kasus meninggal dunia,” bebernya panjang lebar.

Tidak hanya itu lanjut Dirlantas, korban dengan luka berat pun turun menjadi 15 kasus dari 26 kasus yang terjadi tahun 2016. Akan tetapi hal itu tidak berlaku terhadap kasus dengan luka ringan yang justru mengalami kenaikan menjadi 14 kasus dari 11 kasus pada tahun lalu.

“Usia korban laka lantas sejak H-6 sampai H+9 terbesar ada pada usia 16-20 tahun, sebanyak 41 orang. Sementara dari catatan kami, jumlah laka berdasarkan jenis kendaraan, sepeda motor paling mendominasi dengan 58 kasus. Sedangkan mobil penumpang, turun drastis sebesar 83 persen yang hanya terjadi 5 kasus laka,” sebut mantan Wadirlantas Polda Kalteng itu. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...