Kades Silam Tidak Paham Dana Desa, Dimana Pengawasan Pemkab Kampar

Kondisi jalan di Desa Silam Kec.Kuok Kab.Kampar

MENARAnews.com, Kampar (Riau). LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Kampar mendesak Bupati Kampar, Azis Zainal, agar penggunaan dana desa jangan hanya slogan saja. Penggunaan dana desa harus tepat sasaran dan bermanfaat khususnya bagi masyarakat di pedesaan, terang Ketua LSM LIRA Kampar, Ali Halawa, kepada wartawan MENARAnews.com (15/7/17).

Ali Halawa menegaskan Dinas Pemerintahan Desa bersama pihak kecamatan agar mengawasi penggunaan dana desa dengan ketat agar tidak berakhir pada persoalan hukum.
“Penggunaan Dana Desa jelas jelas telah diatur dalam Permen desa No. 4 tahun 2017 sebagai mana telah diubah Permen desa No. 22 tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Anggaran Dana Desa tahun 2017, sesuai ketentuan pasal 4, pasal 9 dan penambahan satu ketentuan antara pasal 17 dan pasal 18 yaitu pasal 17 A atas perubahan tersebut,”jelasnya.

LIRA Kabupaten Kampar menemukan salah satu desa yang melaksanakan dana desa tersebut lebih diutamakan pada kegiatan fisik. Desa tersebut adalah Desa Silam Kecamatan Kuok. Saat LIRA mengkonfirmasi Kepala Desa Silam, Gusrizal, mengaku tidak memahami anggaran tersebut lebih kepada pemberdayaan masyarakat, namun kegiatan desa atas usulan masing-masing RK. LIRA menjelaskan Permen desa No. 4 tahun 2017 dimana dana desa diprioritasikan kepada pemberdayaan, Kepala Desa Silam malah diam, tidak bisa menanggapi.

Sebelumnya dalam beberapa kali acara, Bupati Kampar menerangkan kepada kepala desa bahwa dalam penggunaan dana desa agar lebih berhati-hati dan transparan kepada masyarakat.

Di Desa Silam, kegiatan penyiraman badan jalan sepanjang 2 km menghabiskan anggaran lebih 300 juta. Kegiatan ini dilaksanakan justru tanpa disertai papan informasi kepada masyarakat. Kades Silam mengaku menyewa escavator Rp 180 ribu per jam. Sementara alatnya didatangkan dari Pekanbaru.

“Perkiraan pekerjaan itu akan rampung selama 8 hari,” ungkap Kades saat dikonfirmasi.

Saat ditanyakan mengapa tidak melibatkan masyarakat dalam pekerjaan ini. Kades tidak menjawab. Padahal dalam pengamatan media, masyarakat Desa Silam banyak mengalami keterpurukan ekonomi karena ketiadaan pekerjaan. (*)

Comments
Loading...