Kabid Pembinaan PAUD Dan Dikmas Disdik Kapuas Ditetapkan Tersangka

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Tersangka kasus dugaan pungutan liar (Pungli) penyaluran dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dilingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, bertambah satu. Selain dua oknum PNS Disdik TI dan MS, polisi juga menetapkan SP sebagai tersangka.

SP sendiri merupakan Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. “Setelah kita melakukan pendalaman pemeriksaan secara intens maka kita tetapkan tersangka menjadi tiga orang antara lain inisialnya TI, MS dan SP,” terang Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar saat menggelar press release di Mapolres Kapuas, Kamis (13/7/2017).

Adapun modus operandi kasus Pungli ini, lanjur Kapolres, tersangka TI dan MS memungut uang sebesar Rp 300 ribu kepada masing-masing kepala sekolah taman kanak-kanak yang hadir pada saat penandatanganan MoU penyaluran dana BOP PAUD di aula Kantor Disdik Kapuas.

Saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Pungli tersebut, Selasa (11/7/2017) kemarin, Polres Kapuas menemukan uang sebesar Rp 36, 6 juta. Kemudian pada Rabu (12/7/2017), dari hasil pengembangan dan olah TKP, polisi juga menemukan uang sebesar Rp 49 juta yang disimpan dibagasi sepeda motor.

“Jadi, barang bukti yang kita sita antara lain uang tunai sebesar Rp 85,6 juta, dokumen naskah perjanjian daerah tentang hibah dalam bentuk uang BOP PAUD, kemudian SK Bupati Kapuas tentang penetapan penerima dana alokasi khusus non fisik BOP PAUD tahun anggaran 2017 dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio dan empat buah handphone,” terang Sachroni Anwar.

Sebagai Aparatur Sipil Negara perbuatan ketiga tersangka, telah melanggar pasal 12 huruf E Undang-Undang Pidana Korupsi Tahun 2011. “Sehingga ketiga tersangka terancam hukuman pidana penjara seumur hidup dan paling singkat 4 tahun dan paling lama maksimal 20 penjara. Adapun pidana dendanya paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” pungkasnya. (Irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...