Jumlah Penduduk Miskin di Kalteng Turun 0,29 Persen

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng mencatat, jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2017 mencapai 139.161 orang atau 5,37 persen. Angka ini mengalami penurunan 0,29 persen atau 4.324 orang bila dibandingkan dengan dengan tingkat angka kemiskinan di bulan Maret 2016.

Sementara berdasarkan tempat tinggal, selama periode Maret 2016-Maret 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah 1.776 orang. Sedangkan daerah pedesaan, berkurang 0,42 persen atau 6.100 orang.

Kepala BPS Provinsi Kalteng, Hanif Yahya melalui Bidang Statistik Sosial Syafi’i Nur dalam press release yang disampaikan, Senin (17/07) di Palangka Raya menyampaikan, selama Maret 2016-Maret 2017, garis kemiskinan naik sebesar 7,51 persen yaitu dari Rp.373.484 per kapita per bulan pada Maret 2016 menjadi Rp.401.537 per kapita per bulan pada Maret 2017.

“Garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk menentukan miskin atau tidaknya seseorang. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita perbulannya di bawah garis kemiskinan,” jelas Syafi’i Nur.

Dilanjutkan, peranan komoditi pada komponen garis kemiskinan makanan (GMK) masih jauh lebih besar bila dibandingkan peranan pada komoditi pada garis kemiskinan non makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

Dimana tercatat, sumbangan komponen GMK cukup besar pada garis kemiskinan yakni sebesar 79,85 persen. Sedangkan GKBM hanya berkisar di angka 20,15 persen. Adapun komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan adalah beras sebesar 21,04 persen di perkotaan dan 28,05 persen di pedesaan.

“Jika kita lihat secara berurutan sepuluh komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar di perkotaan terdiri dari beras 21,04 persen, rokok keretek filter 13,32 persen, daging ayam ras 5,27 persen, telur ayam ras 4,40 persen, gula pasir 3,40 persen, mie instan 3,40 persen, kue basah 2,84 persen, cabe rawit 2,08 persen, bawang merah 2,08 persen, dan kopi bubuk atau kopi instan 1,71 persen,” tambahnya memaparkan.

Sementara komoditi yang memberikan sumbangan terbesar di perdesaan diantaranya beras 28,05 persen, rokok kretek filter 12,42 persen, gula pasir 4,33 persen, daging ayam ras 4,18 persen, telur ayam ras 3,58 persen, Mie Instan 3,45 persen, kue basah 2,71 persen, bawang merah 2,38 persen, kopi bubuk 1,86 persen dan cabe rawit 1,83 persen.

Adapun komoditi GKBM yang memberikan sumbangan terbesar pada angka garis kemiskinan di perkotaan yakni Perumahan 8,19 persen disusul BBM 3,49 persen, pendidikan 1,85 persen dan perlengkapan mandi 0,89 persen.

Sedangkan komoditi GKBM pada garis kemiskinan di tingkat perdesaan yakni perumahan 8,09 persen, BBM 1,70 persen, listrik 1,17 persen, perlengkapan mandi 1,23 persen dan Pendidikan 0,80 persen.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...