Irna Galau Tentukan Sekda Definitif

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyebutkan telah mengantongi tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Sejak pekan lalu, Tim Panitia Seleksi (Pansel) sudah menyerahkan 3 nama yang lolos dalam tahap wawancara.

Ketiga nama yang telah sampai di meja bupati, yakni Fery Hasanudin, Ali Fahmi Sumanta, dan Kurnia Satriawan. Sementara peserta lain, Taufik Hidayat gagal melanjutkan kompetisi.

Kendati demikian, Bupati Irna mengaku bingung dalam menentukan Sekda definitif. Alasannya Irna menilai, ketiga calon tersebut memiliki kriteria yang dibutuhkan. Semuanya dianggap layak untuk mendampingi kepala daerah untuk mempererat para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mesin perubahan bagi Pandeglang.

“Iya dari empat muncul tiga nama dan tentunya kita lihat nanti kedepan. Ibu (Irna menyebut dirinya-pen) juga bingung, anak ibu semua tetapi harus muncul satu nama. Perlu ada satu nama yang muncul yang menjadi perekat, menjadi pembina seluruh ASN semuanya, dan mesin perubahan ini harus bergerak cepat,” ujar bupati usai memimpin Upacara Kesadaran Nasional di Alun-alun Pandeglang, Senin (17/7/17).

Irna menerangkan, saat ini pihaknya masih menggodok ketiga calon itu sebelum menentukan Sekda yang benar-benar memenuhi kualifikasi. Maka dirinya menjelaskan, sejumlah aspek menjadi pertimbangannya dalam menentukan Sekda definitif, seperti dari sisi pengalaman, kredibilitas, dan rekam jejak.

“Nanti kita lihat masih digodok dari berbagai aspek yang dipelajari dari pengalaman, kredibilitasnya, tidak tercela, rekam jejaknya, banyak nanti kita lihat,” imbuhnya.

Orang nomor 1 di Pandeglang itu menegaskan, dalam waktu dekat dirinya akan menyerahkan usulan Sekda definitif ke Pemprov Banten. Dan dipastikan pada awal Agustus mendatang, Pandeglang akan memiliki Sekda definitif.

“Mekanisme itu harus tetap ditempuh dan hari ini saya mau tanda tangan untuk bisa disampaikan kepada gubernur untuk bisa disampaikan kepada beliau, jadi mudah-mudahan diawal Agustus sudah punya Sekda definitif, do’anya saja,” tegas bupati.

Sementara itu, salah seorang calon Sekda yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Ali Fahmi Sumanta menyakini bahwa bupati akan membuat keputusan yang objektif. Ia pun mengaku tidak merasa memiliki pesaing lantaran semua berpeluang menjadi Sekda.

“Saya sudah maksimal melakukan upaya. Saya sekarang tidak berfikir menjadi Sekda, yang jelas program BKD sudah berjalan dan terselesaikan. Saya tidak ada pendekatan khusus dengan ibu. Ibu objektifitas saja, diminta ikuti tahapan. Tidak ada calon kuat, semuanya berpeluang,” jelasnya.

Bahkan Fahmi pun mengatakan bahwa tidak ada pendekatan khusus dalam menyakinkan pimpinan agar memilih dirinya. Secara diplomatis, mantan Kepala BKPP itu menekankan agar siapapun yang terpilih mendatang, harus menerima keputusan dan mendukung kinerja Sekda terpilih.

“Namanya kita berkompetisi kan boleh saja, tetapi sportivitas juga harus dijunjung. Saya berharap mudah-mudahan yang terbaik ditetapkan oleh ibu (bupati) dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Yang jelas siapa pun yang dipilih, harus disupport meskipun bukan saya yang terpilih,” beber Fahmi. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...