HMI Cab. Cianjur Meminta Transparansi Pemilihan Komisioner KPU di Jabar

MENARAnews, kab. Cianjur (Jawa Barat) – Menjelang pemilihan Gubernur juga Bupati / Waliko di wilayah Jawa Barat tahun 2018 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan seleksi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga anggota panwas Kab/kota di seluruh wilayah Jawa Barat.
Pentingnya posisi Komisioner KPU dalam Pilkada membuat proses seleksinya menjadi perhatian banyak pihak, termasuk dari kelompok mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
“Saya apresiatif kepada bawaslu Jabar dan tim panitia seleksi yang sangat baik dalam melakukan sosialisasi dan pengelolaan web sebagai bentuk kinerjanya dalam melakukan informasi untuk rekrutmen calon panwas kab/kota.” ungkap Iqbal Andarusman, Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cab.Cianjur

HMI berharap dalam proses seleksi Komisioner KPU memenuhi nilai nilai netralitas juga transparansi.

“Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu rawannya intervensi kepentingan dalam menentukan siapa yang akan lolos menjadi komisioner atau anggota panwas kab/kota. Selain itu, Perlunya transparansi terhadap hasil tes atau nilai tertulis yang dilakukan oleh para peserta dan dikeluarkan oleh tim panitia seleksi  kepada seluruh masyarakat atau paling tidak kepada seluruh peserta yang mengikuti tes tersebut agar kita bisa lihat kompetensi dari individu-individu peserta calon panwas, bukan hanya kata lulus dan tidak lulus sebagai pengumuman yang di terima.” tambah Iqbal dalam wawancara kepada wartawan menaranews.com.

Dalam pelaksanaannya nanti, Iqbal berharap pengawasan yang berkelanjutan terhadap anggota yang nantinya terpilih juga perlu diperhatikan oleh Bawaslu demi pelaksanaan pilkada yang netral dan jujur.
“Harus ada pengawasaan internal yang dilakukan oleh bawaslu terhadap komisioner atau anggota panwas kab/kota kedepan agar komisioner atau anggota panwas bisa bekerja maksimal, tidak ada aturan yang dilanggar semisal melakukan rangkap jabatan ketika menjabat, yang dilarang oleh aturan yang berlaku dan jikalau ada harusnya bawaslu bertindak tegas dengan memberhentikan orang tersebut.” tutup Iqbal. (OR)
Comments
Loading...