Hati-Hati ! Simpang Terbanggi Lamteng Rawan Pemalak

MENARAnews, Tubaba (Lampung) – Pengguna Jalan Lintas Sumatera khususnya di Simpang Terbanggi Kabupaten Lampung Tengah mengeluhkan ulah preman yang meminta sejumlah uang dengan membawa senjata.

Kejadian pemalakan ini tak hanya dialami oleh satu orang pengguna jalan, melainkan sudah puluhan bahkan ratusan. Aksi mereka biasanya dilakukan menjelang tengah malam mulai sekitar pukul 21.00 Wib hingga pagi dini hari dan saat-saat kondisi jalanan mulai sepi.

“Saya tadi pukul 2.30 pagi lewat Simpang Terbanggi, Lampung Tengah. kebetulan saya bawa mobil pick up, pas di simpang terbanggi di kejar 2 orang satu bawa batu di sebelah kanan dan satunya bawa senjata tajam. Dengan meneriakkan kasih uang sepuluh ribu , akhirnya aku ambil di laci mereka langsung tangannya di julurkan, akhirnya uang yang ada di laci diminta semua sehingga karena saya tidak mau terjadi anarkis, aku kasihkan semua sambil kendaraan berjalan pelan,” ungkap Eko Prihanto, warga Tulangbawang Barat, salah satu pengguna jalan, Kamis (13/7/2017).

Eko menambahkan, melihat kondisi tersebut sebagai warga Lampung dirinya sangat miris, sebab jika hal ini terjadi dengan para pengguna dari luar daerah dan saat melintas daerah tersebut pada tengah malam hari pasti ini sangat mengganggu dan memberikan citra yang tidak baik bagi Lampung,”Padahal disimpang tersebut juga terdapat pos polisi, kemana mereka apakah tutup mata dengan keadaan tersebut?,” herannya.

Padahal, lanjut Eko, Bupati Lampung Tengah sangat menggembor-gemborkan ronda malam ke seluruh penjuru kabupaten, namun mengapa kondisi seperti ini masih saja ada, “Apakah ini potret wajah Lampung, dimana para perronda malam, aparat keamanan, Tim Saber Pungli, warga sekitar yang peduli dengan keamanan kita,” kata dia.

Kejadian tersebut juga diamini oleh Andira Danendra, Tambar, dan Wawan, mereka mengungkapkan hal kejadian pemalakan yang serupa dengan berbeda waktu. Bahkan Tambar, pengendara sepeda motor dikejar pemalak dan dimintai uang hingga uang yang didompetnya dikuras habis.

“Kejadian waktu magrib jalanan sepi, saya dikejar dan semua uang yang ada diminta, kalau saya melawan ditakutkan mereka anarkis karena membawa senjata,” ungkap Tambar.

Kejadian seperti itu, sudah hal yang sering dialami oleh Wawan, setiap dirinya melintas di Simpang Terbanggi menuju Tulangbawang selalu dimintai uang oleh pemalak.”Aku yo wes bioso mas bos. Aparatnya hanya terdiam sambil juga menadahkan tangan meminta uang pada sopir truck yang melintas,” ulasnya.

Bahkan kejadian hampir ditusuk menggunakan pisau pernah dialami pengguna jalan yang bernama Abdi Wiyono,”Saya pernah hampir ditusuk diruas jalan tersebut, Karena saya melawan,”singkatnya. (RZ)

Comments
Loading...