Diskusi Parade Cinta Tanah Air Diikuti Antusias oleh Pelajar dan Mahasiswa Kalteng

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Antusias pelajar dan Mahasiswa se Kalimantan Tengah dalam mengikuti kegiatan Lomba Diskusi/Uji Argumen Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat SLTA sederajat dan Perguruan Tinggi se Provinsi Kalteng selama dua hari sejak selasa 18 Juni sampai 19 Juli 2017 dinilai cukup tinggi. Hal ini tergambarkan dari sejumlah motivasi dari para peserta yang disampaikan ke menaranews.com dalam mengikuti kompetisi tersebut.

Seperti yang disampaikan salah satu peserta dari mahasiswa Akademi Kebidanan Betang Asi Kota Palangka Raya, Desi Natalia Apresti misalnya, dengan mengikuti kegiatan loba tersebut, dirinya lebih meningkatkan kembali jiwa rasa nasionalisme dan rasa cinta terhadap tanah air.

“Dengan kita ikut lomba, kita lebih paham lagi mengenai pencegahan masuknya isu-isu negatif yang disampaikan melalui media sosial, terlebih lagi menghindari dan mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja,” kata Desi.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu peserta Kelas XII Madrasah Aliah Negara (MAN) Model Palangka Raya Khairulla Fadli, dengan mengikuti kegiatan tersebut dirinya berkeinginan untuk mengetahui lebih dalam peran apa saja yang dilakukan oleh pemuda kedepannya.

“Jadi kita sebagai pelajar ini tidak hanya mendalami dan belajar dari sisi pendidikan saja, akan tetapi bagaimana pemuda kedepannya dapat lebih meningkatkan lagi rasa nasionalisme yang tinggi terhadap Bangsa Indonesia,” papar Khairulla.

Disisi lain, Analis Madya Bidang Atase Pertahanan Dirpersin Pusat Kolonel Laut Liu Lima Novlana yang menjadi salah satu motivator dalam diskusi mengatakan, melalui pendidikan agama, pembentukan karakter yang ditanam sejak kecil bertujuan untuk dapat memahami mana hal-hal yang positif dan negatif.

Menerapkan kedisiplinan khususnya pada generasi muda, pelajar dan mahasiswa merupakan salah satu perwujudan dalam menanamkan nilai-nilai bela negara dan rasa cinta akan tanah air Indonesia. Perkembangan arus globalisasi saat ini tentunya memberikan dampak positif terhadap pola kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Akan tetapi dampak negatif dari perkembangan globalisasi seperti adanya pergerusan nila-nilai berbangsa dan bernegara serta penyebaran isu-isu negatif khususnya melalui media sosial, patut diwaspadai dan ditanggulangi bersama.

“Sekarang banyak cara dari pihak-pihak luar mempengaruhi generasi muda kita. Seperti persoalan peredaran narkoba dalam bentuk permen dan sebagainya, dengan tujuan merusak generasi penerus Bangsa Indonesia. Ini sangat miris sekali kita rasakan,” jelas Liu Lima Novlana.

Untuk itu, kegiatan yang dilaksanakan ujarnya menambahkan, lebih menekankan kepada perkembangan IT dan dampak dari Narkoba.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...